Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Kembali Kepada Al-Qur'an dan Hadits? Ente Waras?

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Sabtu, 09 September 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Kembali pada Al-Qur'an dan Hadis Nabi? Ada gerakan dan gebrakan dari sebagian kalangan untuk mengajak umat Islam kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Gerakan ini baik di satu sisi, namun tidak baik di sisi lainnya.

    Memang betul bahwa keduanya adalah rujukan dan manual book bagi siapapun yang mengaku Islam. Tapi, langsung membaca dan menafsirkannya sendiri, tidak semua orang bisa. Apakah setiap muslim tahu dan paham bahasa Arab? Apakah setiap muslim tahu keterkaitan satu ayat dengan ayat lainnya dan hadits-hadits Nabi? Hanya sekian persen yang bisa. Oleh karenanya, gerakan di atas cacat secara logika.

    Bagaimana jadinya orang yang tak paham Bahasa Arab dan tidak mengerti keterkaitan antar ayat dan hadits bisa langsung merujuk kepada Al-Qur'an dan Hadis, utamanya dalam urusan hukum Islam? Rusak. Ntar sedikit-sedikit haram, kafir, musyrik, dosa, dan lain sebagainya.

    Gerakan di atas juga berusaha membenturkan Ulama' dengan Al-Quran dan Hadits. Mereka mengatakan bahwa Ulama' adalah manusia biasa dan ada kemungkinan salah dalam melakukan penafsiran. Nah, bagus. Memang betul ada kemungkinan salah. Tapi, apa ente sehat?

    Kira-kira, lebih besar mana kemungkinan adanya kesalahan dari Imam Madzhab Empat dan dari ente atau kita?

    Tafsiran mereka terhadap Al-Qur'an dan Hadits dilandasi keilmuan dan kecakapan yang mumpuni. Iya, sifatnya memang relatif. Bukan kebenaran absolut. Tapi, ya jelas lebih benar tafsiran mereka ketimbang tafsiran kita apalagi kalian.

    Jangan benturkan Ulama' dengan Al-Quran dan Hadits. Logikanya begini: Ada peta. Al-Quran dan Hadits ibarat peta. Ulama' adalah orang-orang yang bisa membaca dan memahami peta. Ulama' adalah penunjuk jalan. Maka yang baik adalah kita mengikuti peta dengan bantuan penunjuk jalan. [dutaislam.com/gg]

    Source: IG @pesantrencahaya

    Rubrik:

    dakwah
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Di internet org bebas berbuat semaunya. Spt Jhon Ardeen yg berkomentar spt itu. Bebas!! Tapi semua pilihan sikap akan berdampak dan diminta pertanggungjawabannya. Kita semua akan diminta pertanggungjawaban, yg tulis artikel, yg komen, yg share, dst. Sy setuju, dlm berislam kita harus memegang secara sekaligus 2 hal yg disebutkan diatas: peta dan petunjuk jalan dlm berislam. Kadang kita lupa hanya menyebut2 dan mengagungkan para petunjuk jalan, melupakan tentang peta sehingga yg dikenal umat Islam hanyalah para petunjuk jalan dan kurang kenal dgn peta dan para penyokong eksistensi peta. Dan ada sebagian org hanya menyebut2 dan mengagungkan peta, melupakan jasa para petunjuk jalan.