Sabtu, 16 September 2017

Hubungan Kiai-Santri dan Kisah Wali Berjalan di Atas Air

Gambar: Tribunnews.com 
DutaIslam.Com - "Santri saya yang berada di mana saja, kalau ingat saya, saya pun pasti ingat." Demikianlah pesan KHR. As’ad Syamsul Arifin kepada para santri. Pesan tersebut menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kiai dan santrinya.

Hubungan kiai-santri ini pernah digambarkan dengan begitu apiknya dalam sebuah kisah sufistik. Konon ada seorang wali di Mesir yang sering berdzikir dan membaca bismillah. Dialah Syekh Quthbuddin al-Hanafi. Pada suatu hari, sang Syekh berjalan di atas air yang diikuti murid-muridnya. Sebelum berjalan, sang guru berpesan kepada muridnya,

 “Kalian jangan mengucapkan bismillah tapi ucapkanlah bismis-syaikh Qutbuddin!”.

Sang murid pun menuruti nasihat sang guru dan mereka bisa berjalan di atas air. Tapi di tengah perjalanan, timbullah tanda tanya dalam benak si murid; “Mengapa tidak kuucapkan bismillah saja?” Lalu sang murid mengucapkan bismillah. Tiba-tiba mereka pun tenggelam dan teriak minta tolong. Mendengar muridnya menjerit memohon pertolongan sang Syeikh pun menoleh dan menanyakan, 

“Apa yang telah kaulakukan?” 

“Saya telah membaca bismillah, guru!” 

“Bukankah telah kukatakan, jangan kauucapkan itu! Engkau belum mengenal hakikat Allah, kalian baru mengenalku. Sedangkan diriku sudah mengenal Allah. Karena itu aku bisa berjalan di atas air dengan bismillah!” (sah). [dutaislam.com/gg]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini