Kamis, 28 September 2017

[Hati-hati] Ini Modus Teroris Merekrut Mangsanya


DutaIslam.Com - Kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme, Rabu (27/09/2017), dilaksanakan di IAIN Sultan Amai, Gorontalo. Melalui kegiatan ini mahasiswa diajak mewaspadai bahaya terorisme.

Direktur Intelkam Polda Gorontalo, Komisaris Besar Djamal Ahmad Yani, mengatakan kewaspadaan terhadap terorisme harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali mahasiswa. Dikatakannya, Indonesia adalah terget untuk operasional kelompok pelaku terorisme internasional.

"Mereka (pelaku terorisme internasional) bukanlah negara, tapi mereka memiliki kemampuan. Mereka menjadikan negara tertentu untuk aksi-aksinya, dan Indonesia adalah salah satu target," kata Djamal.

Jaringan pelaku terorisme di Indonesia, lanjut Djamal, jika ditelusuri nyaris semuanya memiliki hubungan dengan kelompok yang sama di luar Indonesia. "Di sini kita harus waspada,  karena persatuan dan kesatuan kita dirongrong oleh aksi-aksi (terorisme) itu," tambahnya.

Di kesempatan yang sama Djamal mewakili intitusinya menyampaikan apresiasinya kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo. Dia berharap kegiatan seperti ini mampu mepersempit  penyebarluasan paham radikal terorisme, sekaligus mencegah terjadinya aksi-aksi terorisme.

"Untuk menangkal paham radikal terorisme kami sarankan mahasiswa konsisten pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sikap ini sekaligus akan menjadi konter terhadap paham radikalisme," tutup Djamal.

Mantan Komandan Mantiqi III Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas, mendukung perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap terorisme. Salah satu bentuknya adalah meningkatkan sikap kritis terhadap ajakan bergabung ke dalam kelompok terorisme.

"Saya bergabung ke kelompok Jamaah Islamiyah dan dikirim ke Afghanistan karena senang adventure. Itu modus mereka (jaringan pelaku), menawarkan ke luar negeri, bahkan ada tawaran umrah, tapi dibelokkan ke Iraq dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS," ungkap Nasir.

Kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Gorontalo terlaksana atas kerjasama BNPT dan FKPT Gorontalo. Kegiatan yang sama sudah dan akan dilaksanakan di 32 provinsi se-Indonesia sepanjang tahun 2017. [dutaislam.com/shk/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini