Kamis, 28 September 2017

[Guru NU Wajib Baca] Guru NU Masa Kini Diminta Produktif Menulis. Mengapa?

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang membuka Workshop Guru Nahdlatul Ulama Menulis di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon Semarang, Kamis (28/9/2017)
DutaIslam.Com- Para guru yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) diminta produktif menulis dan mempublikasikan karyanya di jurnal dan media massa. Produktifitas guru dinilai akan ikut menunjang kemajuan pendidikan.

"Kalau guru sudah mulai aktif menulis, maka pendidikan Indonesia akan lebih maju" kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang KH Anasom MHum saat membuka Workshop "Guru Nahdlatul Ulama Menulis" di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon Semarang, Kamis (28/9/2017).

Anasom mengatakan, menulis merupakan tradisi para ulama dalam menyebarkan ilmu-ilmunya. Sebutlah para ulama yang bisa panjang umur dan terkenang sampai sekarang. Semua karena karya tulisnya masih terus dipelajari oleh para santri.

"Tradisi menulis harus dikembangkan di semua komponen guru NU agar gagasan-gagasan itu dapat tersampaikan secara luas,” ujarnya.

Dia melanjutkan, di tengah kesibukan administratif para guru sekolah perlu menyisihkan waktu dalam menulis. Menurutnya, jangan sampai guru hanya sibuk menulis jurnal sekolah dan menulis rapot saja.

“Potensi menulis itu sangat bermanfaat untuk guru. Sebab dengan menulis, guru akan dapat point untuk administrasi kepangkatan dan akan dapat koin berupa honor menulis,” jelas Anashom.

Lebih lanjut, kata Anashom, guru tidak hanya bisa menulis untuk jurnal ilmiah dan koran saja, tetapi bisa menulis buku ajar yang manfaatnya sangat besar.

”Bahkan ada seorang guru yang aktif menulis buku ajar dengan honor hingga seratus juga. Itu yang perlu ditiru oleh guru-guru NU Kota Semarang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LP Maarif Cabang Kota Semarang H Asikin Khusnan MSI berharap para guru mampu mendisiplinkan diri dalam menulis karya ilmiah. Menurutnya, menulis dari mulai yang terkecil. Misalnya, dengan best practice pengalaman mengajar di kelas.

Pelatihan ini, kata Asikin, akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Jurnal Ilmiah Online khusus guru dengan harapan dapat menampung gagasan-gagasan para guru.

"Kalau LP Maarif sudah punya jurnal ilmiah akan mempermudah kenaikan pangkat guru dan melahirkan iklim akademik di lingkungan sekolah," katanya.

Untuk diketahui, kegiatan yang diprakarsai oleh LP Maarif Cabang Kota Semarang dengan UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan narasumber Dr Syamsul Maarif MAg (Kapuslitbit LP2M UIN Walisongo), M Rikza Chamami (Dosen) dan Asikin Khusnan (Pengawas Sekolah).

Peserta berjumlah 60 guru Nahdlatul Ulama yang memiliki konsentrasi di bidang tulis menulis dari SD/MI hingga SMA/MA. [dutaislam.com/sakur/pin]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini