Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Filsafat I'rob dalam Nahwu

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 08 September 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Dalam ilmu nahwu, I'rob terbagi menjadi empat macam yaitu rofa', nashob, jer (khofdl) dan jazm. Perubahan yang terjadi pada i’rob itu juga sama seperti perubahan yang terjadi pada seseorang. yaitu ada empat macam;

    1. Rafa’, yaitu tingginya derajat, kemuliaan dan kedudukan disisi اللّـہ سبحانہ و تعالے .
    Keadaan ini akan terjadi jika kita melakukan (alamat i'robnya) kebersamaan atau kumpul (dlommah).

    Yaitu kebersamaan tiap detail dari diri tunduk dan patuh pada اللّـہ ; melaksanakan ketaatan kepadaNYA; serta berkumpul dengan orang-orang sholih dan mulia yaitu para waliyulloh rodhiyallohu ‘anhum.

    2. Nashab, yaitu kesungguhan dan ketegaran diri dalam mengikuti arus perjalanan takdir.
    Hal ini akan terjadi jika kita melakukan (alamat i'robnya) keterbukaan (fathah). Keterbukaan diri dan rasa akan menghasilkan ridlo dan pasrah atas apapun yang terjadi pada diri kita. Inilah maqam ridlo dan pasrah. Ini merupakan maqam para ‘arif yang mencapai wushul.

    3. Jer atau khafadl, yaitu kerendahan dan kehinaan. Ini merupakan kebalikan dari rofa'.
    Jika terjadi kondisi seperti itu, maka yang harus kita lakukan (alamat i'robnya) adalah memecah (kasroh) kebodohan; menolak gejolak hawa nafsu.

    Dan usaha tersebut tentunya tidak lepas dari dzikir dan doa kepada اللّـہ...
    Hal ini ditegaskan oleh Imam Ibnu Malik yang memberikan contoh dengan menggunakan lafadz:
    ذِكْرُ اللَّـہِ عَبْدَهُ يَسُر

    4. Jazm, yaitu kemantapan dan keteguhan hati untuk meniti perjalanan, memerangi hawa nafsu, dan menanggung penderitaan dalam perjuangan menuju wushul, hingga mencapai kesempurnaan musyahadah.

    Kondisi ini akan terjadi jika kita melakukan apapun (alamat i'robnya) dengan tenang (sukun), tidak panik dan terburu-buru. Setiap hal, baik ibadah atau lainnya, jika dilakukan dengan terburu-buru, tergopoh-gopoh dan tidak tenang, akan menghasilkan hal2 yang kurang baik dan jauh dari kesempurnaan. [dutaislam.com/ed]

    Rubrik:

    bahasa
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: