Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Doa Warga Nahdliyin Terus Mengalir Untuk Rohingnya

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 17 September 2017
    A- A+
    Pengurus Cabang GP Anshor Pasuruan istighosah untuk Rohingnya, Sabtu, 16/09/2017. Foto: NU Online

    DutaIslam.Com - Dampak konflik Rohingya mulai reda di Indonesia. Perbincangan soal Rohingnya tanpaknya tak seheboh beberapa waktu lalu yang sampai-sampai hendak “mengutuk” candi Burobudur. Alhamdulillah.

    Meskipun demikian, doa-doa untuk konflik di rohingnya hendaknya tak putus-putus. Sampai kelar persoalan. Baik persoalan agama maupun kemanusiaan tak lagi menjadi konflik. Itulah tanggung jawab kita sebagai manusia dan umat islam yang tak punya kekuasaan untuk mengambil kebijakan.

    Doa-doa itu yang kini terus mengalir dari warga Nahdliyin. Setidaknya yang dilakukan Muslimat NU Karang Jati, Blora dan Pengurus Cabang GP Anshor Pasuruan. Dua Banom Nahdlatul Ulama (NU) tersebut masih menggelar doa bersama untuk Rohingya, Sabtu, 16/09/2017.

    “Kita memohon bersama kepada Allah agar persoalan yang dialami saudara-saudara kita di Rohingnya segera selesai sehingga mereka bisa kembali hidup normal, bisa bekerja, sekolah, dan beribadah sebagaimana sebelumnya,” ujar Wakil Ketua LP Maarif NU Blora Ustadz Sholihin Hasan sebagaimana dilansir NU Online, Minggu, 17/09/2017.

    Ketua GP Ansor Kota Pasuruan Ahmad Ridho'i menyampaikan keprihatinannya dan duka yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Mewakili bahasa hati anak muda Kota Pasuruan ia mengecam sikap brutal Pemerintah Myanmar yang telah melakukan kebijakan militer secara biadab di Rakhine Myanmar.

    "Ini sikap kita atas situasi di Myanmar. Persoalan Rohingya adalah persoalan kemanusiaan yang sangat serius karena korbannya tidak hanya umat Islam Rohingya tapi juga umat beragama lain," kata Ridho’i.

    Baik Muslimat NU Karangjati maupun GP Anshor Pasuruan berharap situasi di Rohingya mereda dan konflik bisa segera diakhiri dengan damai. Ibarat anggota tubuh, jika satu bagian anggota tubuh ada yang tersakiti, maka anggota tubuh lainya akan merasakan sakit.

    ”Ibarat sebuah bangunan, maka satu bagian dan bagian lainnya saling menopang dan menguatkan,” ujar Ustad Sholih Hasan. [ dutaislam.com/pin ]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: