Minggu, 24 September 2017

Di Arab Juga Ada Konser Lho, Tad. Haram?

Foto: NU Online

DutaIslam.Com – Islam Rasa Arab yang dibawa ustad-ustad Indonesia jebolan sekolah Arab seolah ingin memberangus kebiasaan-kebiasaan di Indonesia. Sebut saja ustad Basalamah.

Baru-baru ini beredar ceramah sang ustad jebolan mekah itu menyarankan agar tidak perlu menyanyikan lagu kebangsaan atau menghormat bendera negara. Alasannya, tidak diajarkan dalam Islam. Larangan lain, misalnya, menonton tayangan televisi karena dinilai identik membuka aurat.

Bagaimana dengan konser yang identik kerumunan massa kemudian lelaki dan perempuan bercampur baur ? Sang ustad kemungkinan juga melarang.

Lho, apa ustad tidak membaca berita atau menonton televisi, kalau sekarang di Arab sekarang sudah ada konser? Di Arab juga, tahun ini perempuan sudah diperbolehkan masuk stadion.

Masih haram nggak, tad?

Dilansir NU Online, Minggu (24/09/2017), Arab Saudi menghelat perayaan tahunan Hari Nasional (al-Yaum al-Wathani) Tanggal 23 September 2017 kemarin. Selebrasi besar-besaran diselenggarakan dalam skala nasional dan melibatkan seluruh warga negara setempat.

Media-media setempat melaporkan, berbagai kota dan daerah di Arab Saudi terlibat dalam berbagai acara. Warga dari berbagai penjuru berkerumun menyaksikan ragam pertunjukkan seni, budaya, sosial, dan olahraga yang digelar otoritas setempat.

Al Arabiya mengungkapkan, di Arab Saudi tampak jalan-jalan dan rumah dibalut cat serbahijau, serta gambar wajah Raja Saudi Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dipajang di aneka penjuru. Para tentara di perbatasan pun ikut merayakan hari kegembiraan ini sebagai wujud persatuan nasional dan bangkitnya patriotisme.

Perayaan Hari Nasional adalah peringatan persatuan Arab Saudi, momen ketika Dinasti Saud memegang kendali kuasa atas berbagai suku, kerajaan-kerajaan kecil, dan unit sosial lainnya antara kurun waktu 1902-1932. Abdul Aziz Al Saud merupakan deklarator sekaligus raja pertama Kerajaan Arab Saudi.

Berbeda dari sebelumnya, tahun ini adalah pertama kali Kerajaan Arab Saudi memperbolehkan perempuan memasuki stadion olahraga yang menjadi pusat perayaan hari nasional itu. Pemerintah setempat menyebut kebijakan baru ini sebagai bagian dari reformasi sosial dan ekonomi dalam merealisasikan Visi 2030 Arab Saudi yang diluncurkan sejak dua tahun lalu.

Tak hanya itu, suasana baru juga tampak dalam berbagai sajian acara yang disuguhkan pada perhelatan akbar yang dipusatkan di King Fahd International Stadium di Riyadh. Arab News melaporkan, Sabtu malam adalah momen warga menikmati rangkaian konser yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Festival ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kebanggaan nasional dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang Saudi,” kata media tersebut.

Disuguhkan pula sebuah konser di kawasan Laut Merah, kota Jeddah, yang menampilkan 11 musisi Arab, ditambah kemeriahan kembang api, atraksi akrobat udara, dan pertunjukan tarian rakyat tradisional.

Jalanan dan sejumlah gedung pencakar langit yang dihiasi cahaya serba hijau dan foto sang raja bersanding dengan pangeran. Seiring dengan itu, perusahan-perusahaan, mulai dari telekomunikasi hingga took furnitur, menawarkan iklan bertema nasionalisme serta memberikan diskon libur akhir pekan.

Otoritas Hiburan Umum (GEA) Arab Saudi, selaku badan resmi pemerintah yang menyelenggarakan perayaan Hari Nasional, berharap, sekitar 1,5 juta orang Saudi menghadiri perayaan akbar ini di 17 kota selama empat hari. [dutaislam.com/Mahbib/pin]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini