Sabtu, 23 September 2017

Daftar CPNS Aja Susah, Apalagi Tesnya: Naudzubillah!

Foto: ilustrasi
Oleh Junaidi Abdul Munif

DutaIslam.Com - Seorang sahabat, dosen muda yang SK-nya belum turun, sering datang ke rumah kontrakan saya. Diskusi tentang dunia pendidikan, politik, budaya, agama, perdukunan, perwalian, dll. Tentu sambil ngopi dan ngudud. Dia memberikan informasi lowongan CPNS di Kemdikbud agar saya coba-coba mendaftar.

Saya iseng diskusikan itu pada istri. “Gak apa-apa dicoba mas, buat pengalaman,” katanya. Sebelum jadi istri saya, waktu masih fresh graduate, dia pernah sekali ikut tes CPNS, dan alhamdulillah gagal.
Beberapa hari saya abaikan informasi dari kawan tersebut. Sampai dia datang lagi, menanyakan perkembangan saya mendaftar. 

Akhirnya file-file pdf, termasuk formasi dan panduan pendaftaran CPNS saya unduh. Saya print juga. Tapi ya tidak pernah saya baca detil. Eh lha kok saya sebarkan informasi itu ke teman lain, dan dia antusias. Melihat dia antusias, kok saya ikut ketularan antusias mendaftar. 

Saya baru pertama daftar model online begini. Apalagi untuk CPNS. Mendaftar CPNS lewat online perlu stok kesabaran yang berlimpah. Setelah mendaftar dengan menuliskan No. KTP, no. KK, dapatlah username. Saya langsung pakai username dan pasword untuk login. Lho, kok tidak bisa? Akhirnya saya ganti pasword. Dan muncul pemberitahuan kira-kira username bisa untuk login 24 jam lagi. Hahahaha. 

Saya tidak tahu kenapa sistem maintenance atau apa, yang membuat pendaftaran harus dilakukan berhari-hari. Sang sahabat menyarankan untuk mendaftar pada dini hari, asumsinya pengunjung website cpns.kemdikbud.go.id sangat sedikit. Ya sudah saya ikuti.

Pada dini hari pertama, berhasil membuat akun. Malam kedua mendapat surat keterangan lagi. Setelah itu saya abaikan. Sahabat menanyakan lagi perkembangan pendaftaran CPNS, saya jawab belum online lagi. 

Pengalaman dengan imel, misalnya dengan gmail, setiap mengunggah dokumen atau foto akan terlihat proses pengunggahannya. Berapa persen yang telah diunggah, hingga nama file yang dilampirkan jadi biru. Setelah itu klik kirim. Beres.

Di tahap terakhir, saya berhasil mendapat nomor pendaftaran. Tertera jumlah pendaftar untuk formasi yang pilih, 3 ribu sekian. Padahal yang dibutuhkan hanya 1. Hahaha. Tinggal mengunggah foto, tertera peringatan maksimum foto 500 kb. Ya sudah saya kecilkan ukuran foto jadi 54 KB. Lha kok selama dua dini hari belum berhasil. Selalu tertera “Tidak ada file yang dipilih.” Coba lagi. Coba lagi. Hasilnya masih sama. Hahaha. Owalah yo yo!

Persoalan seperti ini sudah saya dengar beberapa tahun lalu. Alasan pengunjungnya banyak sehingga menjadi lemot dan situs down. Tapi ya masak sistem jaringan di kementerian tidak mengantisipasi sejak awal? Bukankah kabar seperti itu sudah jadi santapan ketika musim pendaftaran CPNS atau lowongan yang potensi pendaftarnya naudzubillah

Mengapa tidak belajar dari situs-situs jual beli online, ketika down, mereka meminta maaf pada pelanggan. Atau provider yang mengirim sms ke nomor pelanggan, permintaan maaf mungkin dalam beberapa jam jaringan akan terganggu karena sistem sedang diperbaiki misalnya.

Ah, mungkin karena situs jual beli online dan provider itu dapat pemasukan dari pelanggan, maka mereka menjaga betul kepercayaan pelanggan. Jika pelanggan sudah tidak nyaman membuka situsnya, akan kabur dan pindah ke lain hati. Yang akan diikuti dengan penurunan pemasukan perusahaan.

Saya jadi berpikir, baru mendaftar CPNS saja susah, apalagi tesnya. Pasti lebih susah lagi. Oleh karena itu banyak yang tidak diterima daripada yang diterima. Ya begitu. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini