Sabtu, 16 September 2017

Asal Usul Haul Habib Kramat Ujung Tanjung

Foto: Habib Umar Mutohhar ketika memberika mauidzah. Foto: Istimewa.

DutaIslam.Com - Suatu ketika saya berjumpa dengan Habib Umar Muthohar dan bertanya tentang Habib Keramat Ujung Tanjung. Beliau menjawab, Keramat Ujung Tanjung memiliki keramat yang besar.

“Makam iku maune ing jero tembok trus pindah dewe ning jaba tembok. Embahku biyen ngandani yen duwe hajat gede ziarah rana. Penduduk sekitar dianjurke setiap hari maca fatihah nggo Beliau. Kok takon-takon ana apa? (makam itu tadinya di dalam tembok tapi pindah sendiri keluar. Kakekku dulu bilang, kalau punya hajat besar ziarahlah kesana. Penduduk sekitar diajurkan setiap hari membaca surat fatihah untuk beliau. Kok tanya-tanya, ada apa?),” ujar Habib.

“Kula diimpeni, Bib” jawab saya.

“Masya Allah..ping pira? ciri-cirine piye (berapa kali? ciri-cirinya seperti apa?)

Sekitar 3-4 jam saya menjawab ciri-ciri beliau. Akhirnya saya disuruh untuk bisa datang ke rumah beliau ( masih di Tanah Mas). Saat saya sowan, saya diberi tugas berziarah ke makam Keramat Ujung Tanjung/ Sayid Umar dan disuruh membaca amalan agar bisa mimpi bertemu Keramat Ujung Tanjung untuk nenanyakan, apakah beliau bersedia untuk dihauli.

Saya bilang ke Habib: kok saya Bib? Kata beliau, karena saya yang telah bermimpi. Akhirnya karena mengikuti habib, saya jalankan  tugas dari Beliau. Selang beberapa waktu saya ditelepon Habib Umar dan ditanya apakah sudah bertemu atau belum. Saya jawab, belum. Habib kemudian menganjurkan waktu malam Jumat kliwon untuk ziarah sambil membawa bunga tabur.

Saya pun bermimpi lagi dua kali. Yang pertama Keramat Ujung Tanjung hanya diam dan memandangi saya. Yang kedua Beliau ngendika agar Habib Umar berziarah 10 Dzulhijah. Semua saya laporkan kepada Habib Umar Muthohar. Akhirnya Habib Umar mengadakan haul di bulan Dzulhijah. [dutaislam.com/ed/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini