Kamis, 24 Agustus 2017

Yuk Ikuti Kopdar Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) Pertama di Semarang


DutaIslam.Com - Masifnya penggunaan smartphone yang di Indonesia kini sudah mencapai 52 persen jumlah penduduknya, ternyata berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas pengguna media sosial yang tanpa dinyana tidak seimbang dengan produksi konten.

Hal itu terjadi karena banjir informasi yang beredar tidak berimbang dengan daya serap dan daya rasional filtering penerimanya. Di jagat internet, Indonesia disebut-sebut sebagai negara yang paling cerewet meluncurkan status medsos. Cerewet tapi malas melakukan cek kebenaran, meluaslah info kacau dan hoax. 

Akibatnya, seorang tokoh masyarakat acap terpengaruh ikut menyebar konten tanpa mengetahui bahwa apa yang disebarkan olehnya itu ternyata tidak memiliki unsur kebenaran akurat (hoax), cenderung provokatif untuk melumpuhkan gerakan Nahdlatul Ulama (NU) dan bahkan rentan menimbulkan konflik di media sosial tanpa kontrol. 

Karena itulah, memahami peta media menjadi syarat dimulainya sadar bermedia sosial dan sadar berdakwah ala ahlussunnah wal jamaah.  Ratusan situs wahabi, islam radikal, syi’i, dan situs-situs bernuansa hoax terindeks di mesin pencari dan diviralkan via media sosial namun jarang diketahui publik karena kontennya cenderung halus dalam melancarkan propaganda anti NU, anti kiai dan anti NKRI. 

Untuk itulah, tim Redaksi Dutaislam.com mengadakan agenda yang dinamakan dengan Kopi Darat (Kopdar) Majelis Cyber Duta Islam, disingkat Kopdar MaCDI (baca: Mekdi). Tema yang akan diambil adalah: “Deteksi Peta Media”.

Agenda penting yang pertama kali digelar oleh Dutaislam.com di atas dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat menjaga NU, menjaga kiai dan menjaga NKRI di media sosial, meningkatkan sensititas melawan isu yang berseberangan dengan ahlussunnah wal jamaah, anti NU, menghina kiai dan anti NKRI, meningkatkan eksplorasi isu dan konten yang ada di situs Dutaislam.com (khususnya) dari pengalaman dan pengamatan peserta di pelbagai daerah.

Selanjutnya, para peserta diharapakan nantinya dapat memetakan media mana saja yang layak dibaca, dikonsumsi dan juga disebarluaskan kontennya sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan gawai agar media sosial masing-masing bisa dimanfaatkan untuk memperkaya dan memassifkan konten aswaja dan menolak isu-isu yang potensial menimbulkan pusaran konflik massa.

Rencana pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di sebuah pondok pesantren Nahdlatul Ulama di Semarang pada tanggal 12-13 Dzulhijjah 1438 H/ 3-4 September 2017, Ahad Legi (sore) – Senin Pahing (siang). 

Ingat, kegiatan ini terbatas hanya 50 orang. Cara daftar, bisa langsung melalui formulir online yang sudah disediakan melalui link: http://bit.ly/MaCDI-1. Silakan isi lengkap agar masuk dalam daftar peserta yang dipertimbangkan. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini