Selasa, 08 Agustus 2017

Siap Jaga, Tapi Pagar Nusa Tidak Akan Ikut “Rebutan Isi Rumah”

Foto: Emha Nabil Haroen sedang melantik dan mengambil sumpah pengurus Pagar Nusa Kota Semarang periode 2017-2022
DutaIslam.Com - Pagar Nusa adalah nama bagi organisasi Pencak Silat milik Nahdlatul Ulama. Filosofinya sebagai pagar, adalah menjaga sisi luar bangunan utama agar tidak ada bahaya masuk dan tidak ada hal berharga yang keluar dari dalam.

Artinya, Pagar Nusa sebagai pagarnya NU dan bangsa senantiasa siap berada di gerbang terdepan menjaga negara dari segala ancaman dan perusakan. Dari filosofi tersebut Pagar Nusa tidak akan ikut-ikutan “rebutan isi rumah”. Jadi, Pagar Nusa tidak akan digunakan untuk merusuhi pemerintah, aksi-aksi politik, atau mencari proyek di pemerintahan.

Demikian disampaikan oleh  Ketua Dewan Khos Pagar Nusa Jawa Tengah Gus Lukman Hakim ketika memberi mauidzah hasanah pada acara Pelantikan Pengurus, Rapat Kerja dan Pelatihan Pelatih Tahap I PSNU Pagar Nusa Kota Semarang di Gedung Balaikota Semarang, Ahad (06/08/2017).

"Kita tidak pernah bersinggungan dengan proyek, aksi politik atau cari uang. Karena sejak awal kita dididik sebagai penjaga gerbang, pagar. Pagarnya NU dan bangsa," ujar pengasuh Ponpes Azzuhri Ketileng Semarang ini.

Pendekar penyuka busana jawa yang biasa dipanggil Gus Luki ini menyatakan, meskipun Pagar Nusa berfilosofi demikian, tetap harus tampil di muka. Eksis secara formal dengan papan nama, menjalin komunikasi dengan para penentu kebijakan, serta bekerjasama dengan berbagai pihak yang membawa kebaikan.

"Kita biasa dianaktirikan, tapi kita juga tidak perlu dianakemaskan. Yang penting tampillah di publik. Pasang papan nama. Eksislah dalam kehidupan sosial," tutur pengasuh Ponpes Azzuri Ketileng Semarang ini.

Berikut Susunan Pengurus Pagar Nusa Semarang Periode 2012-2022:

  1. Dewan Khos: Abah Hendro Syufaat
  2. Majelis Pendekar: H Heri Prasetyo
  3. Ketua: Lukman Muhajir
  4. Wakil Ketua: Sulung Setyo Prasojo dan Ahmad Khotib
  5. Sekretaris: Moh Ichwan, Ahmad Muzaka dan M Nurul Ariyanto
  6. Bendahara: Santiko Wicaksono, Nusroh Ilyana dan Norma Wahyu
Jaga NKRI, Banyaklah Sowan Kiai
Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa Emha Nabil Haroen dalam sambutannya usai melantik menyampaikan, bangsa Indonesia akhir akhir ini mengalami gangguan besar dari kaum radikal. Mereka merusak sendi-sendi kehidupan negara dan gencar menyerang NU. Karena menurutnya, NU tegas setiap pada Pancasila dan mengawal republik.

Serangan itu, kata dia, dilakukan dengan memfitnah ketua PBNU, mengintimidasi para ulama NU, mendiskreditkan Ansor, Banser dan badan badan NU lainnya.

"Kita mengalami masa di mana negeri kita ini sekaligus penjaganya yang setia, yaitu Nahdlatul Ulama, diserang terus menerus setiap hari. Karena itu kita harus memperkuat diri," ujarnya.

Yang harus terus dilakukan, kata Nabil, adalah silaturahim dan sowan kepada para kyai. Pengurus Pagar Nusa Kota Semarang yang barusan ia lantik. Dia minta agar banyak sowan kepada kyai untuk memohon nasehat dan doa.

"Sesungguhya kekuatan kita bukan pada kemampuan bela diri. Tapi dari doa para kiai. Maka banyaklah silaturahim, sowani para kyai," tandasnya memberi perintah. [.]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini