Selasa, 01 Agustus 2017

Salah Tafsir Wahabi tentang Hadits Menempelkan Kaki dalam Shaf Shalat

Foto: elhooda.net 
DutaIslam.Com - Pernahkan anda melihat seseorang shalat berdampingan, yang satu ujung jari kakinya ditempelkan di ujung jari kaki orang yang shalat di sebelahnya? Atau anda pernah mengalami sendiri, tiba-tiba ada orang datang shalat disebelah anda lalu menempelkan ujung jarinya di kaki anda? Atau malah menginjak kaki anda? Benarkah praktik shalat semacam itu sesuai sunnah Rasul? 

ﺃﻗﺒﻞ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﻮﺟﻬﻪ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﻗﻴﻤﻮا ﺻﻔﻮﻓﻜﻢ ﺛﻼﺛﺎ ﻭاﻟﻠﻪ ﻟﺘﻘﻴﻤﻦ ﺻﻔﻮﻓﻜﻢ ﺃﻭ ﻟﻴﺨﺎﻟﻔﻦ اﻟﻠﻪ ﺑﻴﻦ ﻗﻠﻮﺑﻜﻢ

(Jika akan salat) Nabi menghadap ke arah sahabat dengan wajah beliau, lalu bersabda: Dirikanlah shaf kalian (sebanyak 3x). Demi Allah, Hendaknya kalian dirikan shaf atau Allah akan menjadikan hati kalian saling berbeda

ﻗﺎﻝ ﻓﻠﻘﺪ ﺭﺃﻳﺖ اﻟﺮﺟﻞ ﻣﻨﺎ ﻳﻠﺰﻕ ﻣﻨﻜﺒﻪ ﺑﻤﻨﻜﺐ ﺻﺎﺣﺒﻪ ﻭﻛﻌﺒﻪ ﺑﻜﻌﺒﻪ

Nu'man bin Busyair berkata: Sungguh aku melihat seseorang diantara kami menempelkan pundak dengan pundak kawannya, dan kaki dengan kaki kawannya (HR Ibnu Khuzaimah).

Disini letak perbedaan menafsirkan 'menempel'. Kalau menurut ulama Saudi adalah benar benar menempel. Namun menurut ulama ahli hadis, makna hadits ini sebagai metafora (majaz). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata:

اﻟﻤﺮاﺩ ﺑﺬﻟﻚ اﻟﻤﺒﺎﻟﻐﺔ ﻓﻲ ﺗﻌﺪﻳﻞ اﻟﺼﻒ ﻭﺳﺪ الخلل

Yang dimaksud menempel adalah benar benar meluruskan shaf dan menutup celah dalam shaf (Fathul Bari 2/211)

Kalau pun ditempelkan maka bukan ujung jari seperti yang sering ditemukan, namun mata kaki:

 ﻭاﺳﺘﺪﻝ ﺑﺤﺪﻳﺚ اﻟﻨﻌﻤﺎﻥ ﻫﺬا ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﺑﺎﻟﻜﻌﺐ ﻓﻲ ﺁﻳﺔ اﻟﻮﺿﻮء اﻟﻌﻈﻢ اﻟﻨﺎﺗﺊ ﻓﻲ ﺟﺎﻧﺒﻲ اﻟﺮﺟﻞ ﻭﻫﻮ ﻋﻨﺪ ﻣﻠﺘﻘﻰ اﻟﺴﺎﻕ ﻭاﻟﻘﺪﻡ ﻭﻫﻮ اﻟﺬﻱ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻠﺰﻕ ﺑﺎﻟﺬﻱ ﺑﺠﻨﺒﻪ

Yang dimaksud Ka'b adalah dua mata kaki yang letaknya antara betis dan kaki. Mata kaki inilah yang dimungkinkan untuk ditempelkan ke orang sebelah nya (Fathul Bari 2/211).

Disamping itu, para sahabat menunjukkan menempelkan pundak, namun kenyataannya sekarang Salafi Wahabi hanya ujung jari dari kakinya saja. Wallahu A'lam Bishshowab. [dutaislam.com/gg]

Ust. Ma'ruf Khozin, Dewan Pakar Aswaja Center PWNU Jatim

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

2 komentar

jujur, Benar-benar saya merasa risih, apalagi orang yang belum kenal. andai saja sunnah toh jangan di paksakan, pliss.. bubar konsentrasi solatku...

Klo semua umat bilang hanya Sunnah.. Betapa dangkal ilmu kita..
Semua juga tahu alquran dan hadis saling melengkapi..
Mwmding samina wa'atoqna
Amaaan

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini