Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • "Menunggu Gelar Gus Harry Tanoe", Pengandaian Nakal Situs Anti NU (Jawaban Buat Suaranasional)

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 06 Agustus 2017
    A- A+
    Judul provokasi situs suaranasionalcom
    DutaIslam.Com - Kalangan cingkrangers memang tidak bisa diajak guyon. Panggilan gus atau sunan sebagaimana pernah diucapkan para tokoh struktural NU kepada Ahok atau Setnov ternyata dianggap resmi panggilan. Padahal tidak ada acara ritual pengangkatan atau baiat ala thariqah kepada objek guyon.

    Jenggoters makin seru menggoreng apapun yang bisa dimanfaatkan untuk mendiskreditkan nahdliyyin dan pemimpinnya. Beberapa lalu, situs abal-abal Suaranasionalcom memuat judul provokatif; "Menunggu Gelar Gus atau Sunan Harie Tanoe" pada Jumat (04/08/2017).

    Walau tidak ada kaitan dengan NU, situs yang biasa menyerang NU tanpa ampun dan tanpa sebab tersebut mengaitkannya secara tidak langsung dengan NU sambil mengutip omong kosong Ahmad Lubis yang disebut aktivis politik, entah aktivis partai HTI atau partai politik sapi, tidak ada keterangan lebih lanjut.

    "Pernah ada sunan Ahok, Gus Setnov dan masyarakat menunggu ada Gus atau Sunan Hary Tanoe," ujar Lubis, "Kalau Ahok berasal dari akhuka yang artinya saudara kamu, Hary Tanoe bisa dari kata Hurriya artinya kebebasan. Hary Tanoe membebaskan dari kemiskinan, dan kebodohan," omongnya lagi, ngarang sesuai otak atik mathuk tanpa tujuan.

    Tidak ada angin, kok ada hujan hujatan dari kalangan pembenci nahdliyyin dengan menyebut kalau "publik menunggu" gelar. Survei kapan dan untuk apa publik menunggu, situs kurangajar kepada para ulama itu tidak menjelaskan rinci. Namun di grup WhatsApp Dutaislam.com #02, hal itu dibantah para aktivis maya NU.

    Menurut Waya Efendi, pegiat digital Dutaislam.com dari Nganjuk, para pembenci ini makin brutal melancarkan penggembosan. Ya, penggembosan, bukan penjelasan rasional. Walau guyonan, tapi Efendi menyilakan mereka jika terus menghembuskan kebencian kepada NU.

    Baca: Catat, Ini Karakter dan Kelakuan Kaum Sumbu Pendek Radikal Haters NU di Medsos

    "Kalau mereka yang anti NU bisa memberikan gelar ustadz atau kiai kepada orang yang nyata-nyata mengujarkan kebencian kepada seseorang yang hanya bermodal baca tulis Arab, mengapa kalangan nahdliyyin dipermasalahkan dengan memberikan sebutan-sebutan (guyon) pada orang lain," tanya Efendi, Jumat (04/08/2017).

    Ia juga mempertanyakan, "pernahkah mereka yang anti NU pernah mempermasalahkan (gelar ustadz) pada para mualaf yang seringkali merusak Islam dengan fatwa-fatwa gebleg-nya semacam Felix dan lainya?". Mereka hanya menyerang NU. Hanya itu. Lalu pergi tanpa penjelasan dan tujuan. Sangat tidak waras!

    Mereka ini anti Sunan dan anti Wali, tapi marah jika ada yang dijuluki "Sunan Kalijodo". Waras?. Mengapa mereka tidak maraha jika Muhammad Ali mantan petinju disebut Sunan di Amerika. (Baca: Ada Sunan di Amerika Serikat).

    Mereka-mereka yang disebut gus atau sunan tersebut bisa diharapkan menjadi mualaf dan muslim, "tapi bagaimanapun juga kita menjelaskan sesuatu pada seorang yang sudah penuh kebencian, adalah hal yang sia-sia," demikian tegas Efendi. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Begitulah warga bumi datar, kmrn sblm gabung Jkw dicari2 dalil biar syari bahkan dibela smp demo segala.
    Skg HT merapat ke Jkw diserang difitnah macam2. Lucunya NU yg kena awu angetnya..

    Benarlah bagi warga bumi datar itu FITNAH ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN HAHAHA

    Suwoko