Senin, 28 Agustus 2017

Menghasilkan Ribuan Dolar Meski Masih Nyantri di Pesantren, Bisa!

Foto: Hasan Chabibie (dua dari kanan) saat sedang menyampaikan materi Workshop Technopreneurship Hari Santri 2017 di Ponpes Al Islah, Kadilangu, Trangkil, Pati, Sabtu (26/08/2017)
DutaIslam.Com - Dulu, banyak santri yang memiliki keinginan kuat menjadi guru atau ustadz setelah boyong dari pondok pesantren. Seiring perkembangan teknologi komunikasi, kini, banyak santri yang justru ingin mandiri dengan memanfaatkan peluang usaha melalui optimasi teknologi, santripreneur. Bahkan bisa menghasilkan ribuan dolar.

Hal itulah yang dikatakan oleh Hasan Chabibie ST., M.SI saat menjadi pemateri dalam Workshop Technopreneurship Hari Santri 2017 bertema "Membangun Spirit Technopreneurship di Kalangan Pelajar dan Santri di Era Teknologi Informasi" bersama ratusan peserta di Ponpes Al-Islah, Kadilangu, Trangkil, Pati, Sabtu (26/08/2017) siang.

Walau sudah diajarkan mandiri sejak masuk menjadi santri baru, namun banyak peserta workshop yang kebanyakan adalah santri di Pati, mengeluhkan keterbatasan aktivitas online mereka di dalam pondok pesantren sehingga cukup tertinggal mengupdate perkembangan teknologi informasi.

Namun, bagi Hasan yang juga pejabat di Pustekkom Kemdikbud RI tersebut, halangan itu bisa diatasi dengan sistem kontrol. "Sediakan fasilitas wifi untuk belajar tapi tetap ada yang kontrol kegiatan para santri di ruang tersebut," ujarnya.

Hasan juga mengingatkan, membatasi santri mengakses internet memang untuk kebaikan mereka agar terhindar dari akses pornografi, "lawan paling berat di dunia maya itu pornografi," kata mantan Ketua PW IPNU Jateng tersebut sambil menjelaskan bahwa akses porno memang masih mengkhawatirkan, tidak hanya untuk kalangan santri.

Meski begitu pun, banyak santri "kreatif" yang tetap bisa memanfaatkan internet di luar jam belajar pesantren. Narasumber lain yang saat itu hadir, yakni Rifan Herriyadi, memberikan contoh bahwa dulu ketika dia mondok sangat bisa memanfaatkan waktu untuk belajar ngeblog, menulis dan bisnis online sampingan di luar jam belajar pondok.

"Internet sekitar pondok kan bisa diakses jika tujuan kita positif. Menghasilkan ribuan dolar meski di pesantren sangat mungkin bisa, dan saya sudah membuktikan," ujar Rifan, alumni YPRU Guyangan Trangkil Pati yang juga hafal Al-Qur'an itu, kepada peserta.

"Yang penting, jangan habiskan waktu di pondok hanya untuk kongkow dan ngerumpi dengan teman sekamar di pesantren," tambah Hasan Chabibie memberi pesan setelah Rifan memberikan materi praktik menjadi santri technopreneur.

Workshop Technopreneurship kemarin masuk sebagai rangkaian kegiatan Hari Santri (Hasan) 2017 bertema "Santri Mandiri, NKRI Hebat" oleh Pengurus Pusat Rahithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU, terselenggara atas kerjasama PC IPNU Pati dan AIS Jawa Tengah.

Hadir sebagai pembuka acara adalah Kepala Balai Pustekkom Jateng, Didik Wira Samudra, SH, M.Kom.

Kata Ketua Panitia, Irham Shodiq S.Pd.I, peserta yang hadir dalam workshop adalah kalangan pelajar, santri, mahasiswa, guru, dan warga masyarakat yang ingin belajar menjual hasil trasi dan produk lokal dari Trangkil via online. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini