Selasa, 01 Agustus 2017

Mengapa HTI Tidak Mungkin Merger ke Parpol? Ini Jawaban Eks HTI Babel


DutaIslam.Com - Pasca dibubarkan pemerintah, ada yang menyebut kalau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan merger atau berafiliasi kepada parpol yang selama ini cukup dekat dan cenderung mendukung gerakan anti Pancasila.

Namun, oleh mantan aktivis HTI Bangka Belitung, Ayik Heriyansyah, hal itu tidak mungkin terjadi karena beberapa alasan ideologis.

"Kalau agendanya bukan khilafah yang mengadopsi Rancangan UUD yang disusun Amir HT, mana mau HTI," terang Ayik kepada Dutaislam.com melalui saluran WhatsApp, Selasa (01/08/2017).

Sebelum masuk menjadi anggota HTI, setiap calon anggota, lanjutnya, wajib mengucapkan sumpah (qassam). Isi sumpah itu diantaranya adalah "mutabaniyan ara'a hizbit tahrir hadza, wa afkarahu wa dusturahu, qaulan wa 'amalan...(mengadopsi pendapat-pendapat Hizbut Tahrir ini, ide-idenya dan dusturnya dengan perkataan dan perbuatan)".

Ayik sendiri mengaku sudah pernah menyumpah sekitar dua puluhan kader selama aktif di HTI Babel. Karena sumpah itulah, pembubaran HTI sama sekali tidak menggeser ideologi mereka.

"Ideologi itu tetap diperjuangkan dengan cara klandestein (gerakan bawah tanah) sampai situasi politik memungkinkan mereka muncul kembali," jelas Ayik yang kini mukim di Bandung.

"Silahkan baca kitab halaqah HT: at-Takattul Hizbi. Diperinci dalam kutaib (booklet) Nuqthatul Intilaq, Dukhul Mujtama dan Tahrik Siyasi," imbuhnya. 

Jadi, jika mereka bergabung dengan partai politik pun, hanya akan tampak luaran saja. Gerakan bawah tanah akan terus jalan. Begitu. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini