Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Mengapa Bapak Soeharto Menggendong Ibundanya Padahal Dia Sangat Berkuasa?

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Rabu, 02 Agustus 2017
    A- A+
    Pak Harto menggendong ibundanya
    DutaIslam.Com - Foto di atas adalah foto lama saat mantan Presiden Soeharto sedang menggendong ibunya turun dari mobil. Saat itu beliau sedang sangat berkuasa. Jadi bisa saja menyuruh pengawal atau ajudan untuk menggendong ibunya. Tapi hal itu justru ia lakukan sendiri walaupun dirinya juga sudah nampak sepuh.

    Terlepas dari segala kontroversialnya, dulu banyak yang penasaran, apa amalan Pak Harto sehingga menjadikannya sebagai orang yang sangat berpengaruh di negeri ini? Baca: Ketika Ibunda Presiden Jokowi Bertanya, "Gajimu Berapa, Nak?".

    Beliau bisa menjadi pemimpin terlama di republik ini walau pendidikan formalnya sangat minim. Ada yang bilang mantan pemimpin Orba itu banyak melakukan tirakat spiritual (laku prihatin) yang sangat berat sejak muda. Ada yang bilang juga karena pamor dari Bu Tien yang seperti Ken Dedes. Bahkan, ada juga yang menyatakan karena ia punya dukungan ratusan penasihat spiritual.

    Tapi mungkin pertanyaan saya sudah terjawab melalui foto di atas. Benarlah bahwa siapapun yang memuliakan orang tuanya di dunia, maka Allah akan mengangkat derajatnya tinggi-tinggi. Bung Karno, Gus Dur,  Jengis Khan dan banyak pemimpin dunia lainnya beserta banyak deretan nama orang-orang sukses di dunia, adalah orang yang terbukti sangat dekat dan sangat berbakti pada Ibundanya.

    Adolf Hitler pernah mengatakan, "orang yang paling kucintai didunia adalah Ibu saya". Bahkan Presiden Turki Erdogan sampai sekarang masih selalu mencium kaki ibundanya.

    Salah satu kejadian di Hari Raya Idul Fitri menjadi bukti betapa berbaktinya seorang Erdogan. Sebagaimana biasa, ia mengunjungi orang tuanya. Seketika setelah sampai, sosok yang terdepan dalam membantu pengungsi Suriah ini langsung mencium kaki ibunya. Hening. Syahdu. Penuh hormat.

    Sang ibunda berkata, “Nak, kamu itu sudah jadi Presiden. Tak perlu lagi mencium kaki ibumu.”
    Lalu, sosok yang dua kali menjabat Perdana Menteri Turki dan kini menjadi orang nomor satu di negerinya itu berkata dengan amat lembut, "Bu, sejak kapan seorang Presiden tidak boleh masuk surga?". Masya Allah.

    Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu bisa berbakti pada ibunda kita. Baik semasa mereka hidup ataupun setelah mereka wafat. Amin. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: