Selasa, 29 Agustus 2017

Masjid Al-Arqom Disegel Satpol PP Pekalongan, Jafar Umar Thalib: Wahabi Siap Bertempur

Foto: Masjid Al-Arqom di Krapayak Pekalongan yang Disegel Satpol PP
DutaIslam.Com - Pembangunan dan rehabilitasi Masjid Al-Arqom, di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan mendapatkan penolakan hampir 100 persen warga karena dianggap tidak berizin dan potensial mengganggu kerukunan warga setempat karena diketahui berpaham wahabi.

Setelah melalui rapat kordinasi, Wali Kota Pekalongan akhirnya memutuskan untuk menyegel masjid tersebut pada 25 Agustus 2017. Menanggapi hal itu, Jafar Umar Thalib yang mengaku Panglima Laskar Umat Islam Ahlusunnah wal Jamaah (wahabi jihadis), merasa prihatin sekaligus geram dan mengancam Alex, sang wali kota.

Sambil batuk-batuk, dalam video berdurasi 6:58 menit, Jafar Umar Thalib menyebut orang-orang yang mendesak wali kota mensegel Masjid Al-Arqom sebagi tolol dan munafiq. Innalillah bukan!

Setengah mendelik, Jafar Umar Thalib mengancam walikota dan jajarannya, "tindakan kamu menuruti tekanan sekelompok orang-orang tolol untuk menyegel pembangunan masjid ini adaah tindakan tolol dan sangat berbahaya. Jangan sampai ada dari pemuda-pemuda kami yang tidak tahan dengan gangguan-gangguan tersebut kemudian mengambil tindakan pemabalasan terhadap orang-orang tolol," ucapnya.

Jafar menyalahkan walikota jika terjadi pertumpahan darah. Lagi, ucapkan Innalillah. "Maka kalau sampai terjadi pertumpahan darah tidak ada yang dipersalahken dari kasus seperti ini kecuali Alex. Kamu, hai Alex, yang bertanggungjawab jika terjadi pertumpahan darah," ucap Jafar geram dan menggemaskan.

Jafar juga mengakui kalau masjid itu adalah masjid wahabi. Dan tentu akan dipertahankan dengan nyawa-nyawa orang wahabi jihadis seperti dirinya.

"Kalau perkara masjid kami, kami ini wahabi," aku Jafar di video. "Kami itu wahabi diganggu masjid kami, kami tidak akan terima, dan kami siap untuk bertempur meskipun kami harus mengorbankan nyawa kami. Awas kamu hai Alex, jangan macem-macem, jangan main-main politik di sini. Berhenti dari sekarang," tambah Jafar al-wahabi itu mengancam. Silakan simak video ancaman ini. Sungguh terlalu!


Sebelumnya, masjid wahabi tersebut sudah berhenti dibangun sejak terbit SP4. Alasannya, semua warga menolak berdirinya masjid yang disebut akan jadi inkubator dakwah ala terorisme dan radikalisme. Namun, sejak pertengahan puasa lalu, tiba-tiba pembangunannya dilanjut. Warga merasa dikhianati dan melaporkan ke walikota pada 23 Agustus 2017. Turunlah Satpol PP menyegel bangunan masjid pada 25 Agustus 2017.

Ancaman Jafar Umar Thalib muncul untuk memberi dukungan pemuda wahabi yang sudah semakin berani menampakkan taring tajamnya ke Kota Pekalongan yang sejak dulu disebut sebagai Kota Santri. Di Kota Santri ada wahabi, ya tentu dilawan lah. Silakan macem-macem kau, Jafar Umar Thalib! [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Ja'far Umar Thalib ini Panglima Laskar Jihad atau Laskar Jinak?

Mungkin dia bisa menjelaskan apa yang sedang dilakukannya bersama seorang pendeta kristen, kolonel AD dan Kolonel polisi di sebuah hotel di Ambon saat dia ditangkap oleh Marinir kemudian dijemput oleh otoritas Jakarta.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini