Rabu, 23 Agustus 2017

Kejahatan Intelektual yang Dilakukan Wahabi


Oleh Fathul Qodier

DutaIslam.Com - Salah satu strategi kelompok wahabi mengaburkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah penganut ajaran Imam Abu Hasan Al-Asy'ari adalah dengan mentahrif atau merubah isi kitab karangan beliau dan ulama-ulama Asy'ariyah disesuaikan dengan akidah mereka.

Kadang juga dengan membiarkan isi kitab sesuai aslinya namun diberi catatan kaki dan dikomentari sesuai akidah mereka, meski baru lulus S1 maupun S2 dengan entengnya sekelas Imam Al-Ghazali, As-Suyuti, An-Nawawi mereka sangsikan kepakarannya.

Ada juga ustad (di youtube) namanya Ustadz Adi Hidayat yang menyampaikan pemikiran Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari (dalam kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah)  di forum pengajian namun tidak utuh, ada beberapa pendapat Mbah Hasyim yang bertentangan dengan pendapat dia dipotong. Ungkapan Mbah Hasyim bahwa pengikut pengikut syeikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengikuti pemikiran Ibnu Taimiyah dan ibnu Qoyim termasuk ahli bid'ah tidak disampaikan.

Dengan kekuatan finansial yang besar mereka terus menerus menjalankan kejahatan intelektual tersebut demi memaksakan akidah mereka kepada umat. Amaliah yang tidak sesuai dengan mereka terus dihujat dan dituding keluar dari Islam. Meski seringkali kalah argumen namun mereka tetap kekeuh dengan pendiriannya. Memang repot berhadapan dengan kelompok yang kurang memaksimalkan akalnya dalam memahami agama.

Mereka sadar, untuk menanamkan ideologi mereka maka harus menguasai literatur pokok kajian Islam. Penerbit-penerbit kitab maupun penerbit buku besar mereka kuasai, meski harus mengotak atik isi kitab para ulama-besar yang ratusan tahun menjadi rujukan umat,tanpa malu dan tanpa merasa berdosa meski tindakan membodohi umat.

Beberapa kali saya tertipu saat membeli kitab-kitab rujukan pokok ulama Ahlussunnah Waljamaah, (khususnya beli via online) isinya sudah dirubah oleh editornya sedemikian rupa sehingga bertolak belakang dengan pemikiran mushonif/ penulis aslinya. Bahkan toko-toko kitab kawasan Ampel Surabaya yang sudah puluhan tahun menjadi jujugan pesantren salaf seluruh Indonesia untuk belanja kitab, saat inipun sudah dibanjiri kitab-kitab yang sudah tidak orisinil isinya.

Baca: Semakin Banyak Isi Kitab Kuning Yang Diubah

Walhasil, hati-hatilah membeli kitab dan buku keislaman khususnya kajian-kajian tauhid, telitilah isinya, jangan sampai tertipu. [duataislam.com/gg]

Fathul Qodier,
Khodim di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Menurut saya, terus terang, mengubah isi kitab karangan seseorang merupakan cacat moral yang paling jelas terlihat. Kalau tidak setuju dengan karya seseorang, buat sendiri dong karya tandingan, bukan ngacak-ngacak karya orang. Setelah seseorang terindikasi cacat moral, bagaimana posisi mereka sebagai penyampai hadist? Bukankah para penyampai hadist itu harus memiliki kualitas diri yg baik agar hadist-hadist yang diriwayatkannya berkualitas shahih. CMIIW.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini