Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Ini Dalil Bahwa Nabi Mencintai Negerinya

    Admin: Dutaislam
    Dimuat: Kamis, 17 Agustus 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Yatsrib yang berikutnya menjadi nama Madinatu Rasulillah, awalnya bukan kota ideal untuk hijrah. Sebab di sana penuh wabah penyakit, sebagaimana tergambar dalam hadis berikut:

    ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ، ﻗﺎﻟﺖ: ﻟﻤﺎ ﻗﺪﻡ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ، ﻭﻋﻚ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ، ﻭﺑﻼﻝ، ﻓﻜﺎﻥ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺇﺫا ﺃﺧﺬﺗﻪ اﻟﺤﻤﻰ ﻳﻘﻮﻝ

    Aisyah berkata: ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal sakit. Jika panas Abu Bakar kambuh maka beliau bersyair:

    ﻛﻞ اﻣﺮﺉ ﻣﺼﺒﺢ ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻪ ... ﻭاﻟﻤﻮﺕ ﺃﺩﻧﻰ ﻣﻦ ﺷﺮاﻙ ﻧﻌﻠﻪ

    Semua orang berharap bisa bertemu dengan keluarga di pagi hari. Dan kematian terasa lebih dekat antara kaki dan alas kaki

    :ﻭﻛﺎﻥ ﺑﻼﻝ ﺇﺫا ﺃﻗﻠﻊ ﻋﻨﻪ اﻟﺤﻤﻰ ﻳﺮﻓﻊ ﻋﻘﻴﺮﺗﻪ ﻳﻘﻮﻝ

    Jika Bilal telah sembuh dari penyakitnya, ia bersuara dengan kencang:

    ﺃﻻ ﻟﻴﺖ ﺷﻌﺮﻱ ﻫﻞ ﺃﺑﻴﺘﻦ ﻟﻴﻠﺔ ... ﺑﻮاﺩ ﻭﺣﻮﻟﻲ ﺇﺫﺧﺮ ﻭﺟﻠﻴﻞ

    Apakah aku bisa merasakan lagi bermalam di sebuah lembah (Makkah), di kanan-kiri ku ada tumbuhan idzkhir dan Jalil

    ﻭﻫﻞ ﺃﺭﺩﻥ ﻳﻮﻣﺎ ﻣﻴﺎﻩ ﻣﺠﻨﺔ ... ﻭﻫﻞ ﻳﺒﺪﻭﻥ ﻟﻲ ﺷﺎﻣﺔ ﻭﻃﻔﻴﻞ

    Apakah suatu saat aku masih bisa sampai ke sumber air Majinnah (di Makkah). Masihkah aku akan berjumpa dengan Syamah dan Thufail?

    ﻗﺎﻝ: اﻟﻠﻬﻢ اﻟﻌﻦ ﺷﻴﺒﺔ ﺑﻦ ﺭﺑﻴﻌﺔ، ﻭﻋﺘﺒﺔ ﺑﻦ ﺭﺑﻴﻌﺔ، ﻭﺃﻣﻴﺔ ﺑﻦ ﺧﻠﻒ ﻛﻤﺎ ﺃﺧﺮﺟﻮﻧﺎ ﻣﻦ ﺃﺭﺿﻨﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺽ اﻟﻮﺑﺎء

    Bilal berdoa: Ya Allah, laknat lah Syaibah, Utbah bin Rabiah dan Umayyah bin Khalaf. Sebagaimana mereka mengusir kami dari negeri kami (Makkah) ke tanah yang penuh penyakit (Yatsrib/Madinah)

    ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «اﻟﻠﻬﻢ ﺣﺒﺐ ﺇﻟﻴﻨﺎ اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻛﺤﺒﻨﺎ ﻣﻜﺔ ﺃﻭ ﺃﺷﺪ، اﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻲ ﺻﺎﻋﻨﺎ ﻭﻓﻲ ﻣﺪﻧﺎ، ﻭﺻﺤﺤﻬﺎ ﻟﻨﺎ، ﻭاﻧﻘﻞ ﺣﻤﺎﻫﺎ ﺇﻟﻰ اﻟﺠﺤﻔﺔ»، ﻗﺎﻟﺖ: ﻭﻗﺪﻣﻨﺎ اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻭﻫﻲ ﺃﻭﺑﺄ ﺃﺭﺽ اﻟﻠﻪ

    Kemudian Nabi shalallahu alaihi wasallam berdoa: "Ya Allah Jadikan kami mencintai Madinah, seperti cinta kami kepada Makkah. Atau lebihkan cinta pada Madinah. Ya Allah berkahilah timbangan dan ukuran kami. Sehatkan lah Madinah untuk kami. Pindahkan lah wabah penyakit ini ke kota Juhfah." Kata Aisyah: Madinah adalah bumi Allah yang paling banyak wabah penyakitnya (HR Bukhari)

    Dari hadis ini menunjukkan bahwa Nabi dimana pun beliau hidup, selalu cinta pada negeri beliau, apakah saat di Makkah atau di Madinah. [dutaislam.com/gg]

    Ma'ruf Khozin, Aswaja NU Center PWNU Jatim

    Rubrik:

    hujjah
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    3 komentar

    Terimakasih atas dimuatnya artikel ini. Sptnya banyak org akan mencintai Indonesia, tanpa perlu dipaksa dan disuruh, jika pemimpinnya meneladani Nabi Muhammad SAW. Cinta itu datang dengan sendirinya, tidak bisa dipaksa paksa atau disuruh-suruh. Mungkin kita harus banyak berdoa agar bisa mencintai Indonesia, spt Nabi Muhammad berdoa agar bisa mencintai Madinah. Cinta bisa datang jika banyak berkorban utk yg dicinta. Para ulama sudah banyak berkorban untuk Indonesia, makanya cinta Indonesia. Tetapi kebanyakan org baru bisa mencintai sesuatu jika sesuatu itu mempunyai banyak pesona. Makanya tak heran, banyak org mencintai Jepang, Amerika, Inggris, Hongkong, atau Australia, krn banyak pesona muncul disitu. Sayangnya setelah sekian lama merdeka, pesona Indonesia spt belum muncul juga, entah karena pesona itu belum muncul, ditutupi, atau mata kami yang tertutup oleh kebodohan sehingga tidak bisa melihat pesona itu. Timbul pertanyaan, cintai dulu Indonesia untuk memunculkan pesonanya, atau pesonanya yg harus muncul dulu agar kita bisa mencintai?

    MasyaaAllah, memang umat Islam di Indonesia ini begitu cinta dengan Rasul nya, sehingga mengikuti apa-apa yang disunnahkan oleh Rasulullah.

    Mencintai tanah air itu fitrah manusia
    Tapi cinta bukan berarti mendukung semua hal di negeri itu, yg jelek pun harus dihilangkan, Rasulullah mencintai mekkah tapi tidak setuju dengan pemimpin2 kaum di mekkah yang menyembah berhala dan adat istiadat atau budaya2 sesat orang mekkah