Jumat, 04 Agustus 2017

[Wedus Tenan] Gus Nur Bukan Hanya Melaknat Liyan, NU Juga Dilaknat. Piye Jal?


DutaIslam.Com - Lagi-lagi Gus Nur mengungkapkan sombongnya kepada khalayak. Dia yang dulunya mengais duit menjadi ustad kuburan (uskub), kini moncer karena suka melaknat pakai video. Kalau hanya melaknat nama orang masih dianggap wajar sebagai bagian dari cara dia "ngartis" (ngarit pakai ngecupris), di era dunia maya.

Cuma, kali ini, Gus Nur atau Sugi Nur Raharja (nama aslinya) bukan hanya menghina satu nama tokoh atau kiai. Ia dengan sangat lantang pakai nada tinggi setengah marah, mendeklarasikan kalau dirinya tidak pernah merasa NU, alias anti NU. Andai saja ucapan itu keluar dari mulut ustadz wahabi masih dianggap wajar oleh nahdliyyin. Lha, dia ini dulunya adalah pengais rejeki di kuburan, yang rata-rata orang NU.

Ustadz atau tokoh wahabi di Indonesia saja tidak melaknat NU. Mereka masih menghormati organisasi Islam yang didirikan KH Hasyim Asy'ari ini. Gus Nur, yang namanya saja pinjam istilah masyhur di kalangan pesantren NU, pakai "Gus", kok berani melaknat NU.

Soal gus jadi-jadian ala Nur itu, Dutaislam.com pernah mendapatkan konfirmasi dari tetangganya bernama Abu Dujana kala sebetulnya Nur bukan keturunan kiai atau dzurriyah kalangan terhormat. "Hidupnya dulu sih serba kekurangan lalu membuka kegiatan perdukunanan di daerah Gending (Probolinggo) sampai menjual CD bicara dalam kubur," kata Abu, Jumat (28/07/2017).

Abu mengaku sangat tahu sejarah Dus Nur, eh Gus Nur ding, sejak pernikahan istri pertama sampai kawin lagi. Bahkan dia menyaksikan kalau si "dus" itu membuka latihan bela diri sampai membuka perdukunan di daerah Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur.

"Pendidikan dia sepanjang saya ketahui hanya lulusan SLTA dan tidak pernah kuliah," imbuh Abu. Oww oww, ternyata si "dus" mantan dukun dan penyembah harta CD kuburan? Asyik juga jadi kebongkar.

Tapi, yang sungguh bikin heran, dia sangat berani mengeluarkan kalimat laknat kepada liyan. Kali ini melaknat NU. Dalam video di bawah ini, Anda bisa menyaksikan kesombongan si "dus" dengan ekspresi kesal, marah, mengumpat, picik hingga merasa kecewa karena dulu pernah ngisi acara pengajian Muslimat atau Fatayat dan tidak dibayar. Innalillah.

Di depan kamera, setengah marah-menepuk dada kenceng-kenceng, dia bilang, "Saya gak pernah pakai kaos NU. Gak pernah bawa bendera bendera NU. Gak pernah merasa NU. Gak pernah bawa nama NU," lalu berhenti menghela nafas, tarik lagi, dan melanjutkan kalimat, "Wes, melek matamu, gak pernah ngrepoti NU. Kalau direpoti NU sering. Tomok, mbleneg," sarkasnya.

"Ibu-ibu Muslimat fatayat, (bilang) "guuus, ngisi mriki guuus, tapi mboten enten amplope", nggeh monggo," ucap si "dus" mengungkit-ungkit amalan baiknya. Lalu, dia mena'qidkan kekecewaan pernah membantu ibu-ibu Muslimat/Fatayat dengan menyatakan, "ceramah, gak ana amplop-e. Rumangsamu!". Lihatlah, sebarkanlah video ini!


"Melek matamu "dus"? Rumangsamu NU kuwi perusahaan-e mbahmu? Rumangsamu wes jozz pernah ngisi ceramah di NU lalu merasa berhak melaknat NU begitu? Duh wedus tenan!," demikian komentar salah satu Netizen.

"Orang ini akan kualat dengan sendirinya. Sudah sepantasnya warga nahdliyin di dalam dan luar negeri termasuk TKI gak perlu ngundang orang ini. Gak ada berkahnya," demikian tulis admin Kongkow Bareng Gus Dur di page nya. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

2 komentar

Dus Nol.....anda akn membayarnya, tunggu saja ea...Gusti Alloh tdk Sare dusss....

Dr dlu nu d goyang sana sini
Tp nu ttp lah nu....
Ttp kokoh I love NU

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini