Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Grup "Tegakkan Sunnah" Tapi Isinya Fitnah ke Gus Dur, Kurangajar!

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Kamis, 03 Agustus 2017
    A- A+
    Bukti percakapan grup Tegakkan Sunnah
    DutaIslam.Com - Sebuah grup radikal di saluran WhatsApp bertajuk "Tegakkan Sunnah" bocor ke meja redaksi Dutaislam.com pada Kamis, 3 Agustus 2017. Banyak temuan dialog bengis nan lucu namun sunguh ironis.

    Kebencian yang membuncah kepada sosok Gus Dur, NU dan lainnya sangat kental dan kentara di grup yang katanya menegakkan sunnah tersebut. Anak-anak santri yang tergabung di Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Tengah harus ditendang secara beruntun oleh admin tanpa kesalahan. Hanya karena mereka NU, diremove. Padahal itu bukan grup khusus.

    "Namanya lucu, tegakkan kok sunnah, saya malah pilih menegakkan yang wajib saja," kata Anifa Hambali kepada Dutaislam.com, Kamis (03/07/2017) siang.

    Para anggota grup inginnya membahas secara ilmiah sebagaimana saran admin, eh ternyata bahasa yang digunakan adalah bahasa comberiyah. "Gus Dur pendukung Inul agar goyang bok0ng gede ngebor terus". Begitulah kalimat ilmiah tanpa arti yang ditulis Abu Suhail, pemilik nomor 085280779123. (klik nomor untuk kontak WA langsung tanpa save number Abu Jahal).

    Gus Dur Dihina
    Kontan saja ucapan Abu Suhail langsung ditanggapi negatif para santri AIS yang tergabung di sana dengan kalimat tanya, "Abu Jahal atau Abu Lahab yah?". Ini screenshootnya:

    Abu Jahal sedang ngamuk
    Bukannya klarifikasi malah Abu suhail yang jadi admin grup langsung remove dengan meninggalkan kalimat, "Pendukung Gus Dur ini tak berakhlak. Tendang saja," ujarnya.

    Tak berhenti di situ, di jalur pribadi pesan WA, Abu Suhail malah makin meracau. Dia menyebut kalau yang ditendang itu adalah pendukung Gus Dur comberan, "diskusi sama mulut comberan gk bermutu". Inikah akhlak penegak sunnahg? Duh duh, begitu cara sunnah ditegakkan? Hmm.

    "Calm down aja. Orang kayak mereka itu gak bisa diimbangi dengan opini orang lain. Susah diajak guyon. Simak aja dulu. Kenali cara pikirnya. Baru diskakmat," demikian komentar Hanan menanggapi grup yak nah tersebut. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Kalau memang ingin membawa para ektrimis ke jalur aswaja, maka menghadapi ekstrimis itu jangan sambil bercanda, krn kebanyakan pembawaan mereka itu serius. Jadi berdialoglah dengan bahasa kaumnya. Kecuali kalau memang pengen menang-menangan debat, silakan berdialog semaunya. Tapi serius dan canda yg dimaksud di sini lebih ke sikap hati. Muka serius, tapi cuman becanda juga bisa kan? Yg bagus, serius tapi pembawaan kalem.