Selasa, 29 Agustus 2017

[Gresik Memanas] Milisi Cingkrang ala Teroris Tantang Warga Sumengko yang Amaliyahnya Dibid'ahkan

Pasukan milisi siap tempur melawan warga yang dibid'ahkan amaliyah aswajanya (Foto: kiriman tim di lapangan)
DutaIslam.Com - Sekelompok pasukan cingkrang yang diduga dibon dari Pasuruan dan Malang datang ke Desa Sumengko, Wringinanom, Gresik pada Ahad (27/08/2017). Mereka mendatangi desa tersebut karena ada konflik berbasis aqidah antara warga lokal dengan pendatang yang mempunyai ajaran takfiri; suka membid'ahkan amaliyah ahlussunnah wal jamaah.

"Ada yang kenal dengan wajah jamaah radikal ini? Mereka adalah pasukan cingkrang dibon dari Pasuruan dan Malang". Begitu bunyi broadcast yang diterima Dutaislam.com dari sahabat Ansor Gresik dengan lampiran foto di atas.

Sebetulnya, kasus tersebut sudah terjadi sejak tahun 2012 dan telah terlaksana beberapa pertemuan mediasi yang difasilitasi oleh Muspika. Berikut ini adalah foto rembug membahas solusi sebelum pasukan milisi cingkrang didatangkan dari luar daerah:

Satat rembug warga menolak jamaah radikal Basuki Rahmat laknatullah alaih
Karena mengingkari kesepakatan, warga geram atas ulah kelompok radikal cingkrang itu dan menuntut pembubaran atas keberadaan mereka. Tapi yang terjadi malah mereka mendatangkan pasukan milisi. Nantang-nantang pakai nunjuk satu jari (telunjuk, bukan tengah) ke atas ala-ala teroris begituh.

"Sejak tiga bulan terakhir, mereka beraktifitas kembali. Makanya warga sekitar merasa dikhianati dengan kesepakatan yang telah dibuat. Dengan jalan persuasif dialog sudah tidak bisa, maka kemarin itu tanggal 27/08/17 warga minta untuk ditutup segala bentuk kegiatan mereka," kata ketua GP Ansor Gresik Agus Juned kepada Dutaislam.com, Senin (28/08/2017) malam.

Penolakan masyarakat Desa Sumengko atas keberadaan jama'ah radikal pimpinan Ustadz Basuki Rahmat itu berjalan lancar dan tertib. Sikap anggota Ansor, Banser, Pagar Nusa dan IKS tetap sabar mengawal tim mediasi yang dipimpin oleh Muspika Wringinanom dan Kesbangpolinmas Gresik, meskipun sempat dipanasi-panasi.

"Nah ternyata mereka sudah mendatangkan milisi radikal itu, yang seragam mereka sudah tidak asing lagi dengan kelompok-kelompok radikal," tambah Agus.

Sebelumnya, Sabtu (26/08/2017), PAC Ansor setempat telah mengeluarkan instruksi kepada semua pengurus sampai pada tingkatan ranting untuk mengawal advokasi pada warga Desa Sumengko Wringinanom agar tetap berjalan tanpa provokasi sebelah. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

4 komentar

ANSHOR itu penolong agama Allah kok di pakai ngerusak agama Allah.

Mereka rela masjid dan pondok pesantren saudara mereka bubar daripada tempat2 kemaksiatan yang bubar. Mereka saling bekerjasama merusak agama, membubarkan pengajian dan menjaga acara dangdutan dan kemaksiatan lainnya.

Maka mereka tidak pantas menyandang nama ANSHOR (penolong agama Allah).

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua

Ojo kerah karo dulur dewe... dosa kabeh..

Woy...km ngga tau akar masalahnya... Kita masyarakat desa sdh membuat perjanjian tertulis.mereka malah melanggarnya. Makanya kita beri peringatan .kalo ngga patuh kita usir.. Karena penghuninya org pendatang..bisa sj mereka itu kaitan ama teroris

Politik adu domba syiah laknatullohu alaih.. Smga Alloh melaknat kalian wahai syiah jatim. Aamiin.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini