Selasa, 15 Agustus 2017

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

Aksi tolak full day school ketika di Semarang 
DutaIslam.Com - Kebijakan lima hari sekolah atau full day school (FDS) benar-benar menimbulkan polemik. Di satu sisi, Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang paling getol menyuarakan agar kebijakan ini dibatalkan. Di sisi yang lain kebetulan yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi adalah orang Muhammadiyah, sehingga polemik ini sangat rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab seakan NU dan Muhammadiyah sedang bertengkar.

Berikut ini adalah komentar Rais Syuriyah PCI NU Australia, Nadirsyah Hosen terkait polemik FDS:

1. Saya mau komen soal FDS yang rame belakangan ini. Saya tidak komen aspek pendidikannya karena saya bukan ahli pendidikan. Saya komen hal lain.

2. Masalah FDS ini jangan sampai jadi pintu masuk mengacak-acak relasi PP Muhammadiyah dan PBNU. Ini jangan digiring pada pertarungan keduanya

3. Kita semua berkepentingan agar PP Muhammadiyah dan PBNU kompak dan rukun menjaga NKRI. Kalau dibiarkan saja, ini jadi bola liar

4. PBNU bereaksi soal FDS tentu wajar saja karena dikhawatirkan ini mengganggu keberlangsungan Madrasah Diniyah (Madin) di lingkungan NU

5. Kebjjakan Mendikbud tentang FDS layak dikritik. Tapi ingat ini kebijakan pemerintah. Jangan dilihat ini kebijakan Menteri yang org Muhammadiyah

6. Jadi semua kritikan FDS itu diarahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, bukan diarahkan kepada Muhammadiyah. NU merasa dirugikan lalu kritik Mendikbud wajar saja. Tapi reaksi PP Muhammadiyah yang secara terbuka membela Mendikbud mengundang tanya.

7. Apa kerugian PP Muhammadiyah kalau FDS dibatalkan, dan apa keuntungannya kalau diteruskan? Kenapa Muhammadiyah total mendukung FDS?

8. Di saat NU merasa dirugikan oleh FDS, kenapa Muhammadiyah malah mendukung FDS? Ini pertanyaan para Kiai NU

9. NU dan Muhammadiyah tidak boleh melihat Mendikbud sebagai orang Muhammadiyah. Mendikbud itu representasi pemerintah. Ini harus dipilah

10. Jadi mohon isu FDS ini jangan disikapi sebagai pertarungan Muhammadiyah dan NU. Ini protes NU kepada Mendikbud sebagai representasi Pemerintah

11. Kengototan Mendikbud disaat Presiden Jokowi sedang menyiapkan Perpres tentu mengagetkan. kenapa FDS jalan terus? Kenapa tidak menunggu Perpres?

12. Reaksi keras NU mengindikasikan bahwa Kemendikbud belum tuntas menyosialisasikan konsep FDS. Konsultasi dengan masyarakat diabaikan

13. Saat ini PBNU sudah mengeluarkan instruksi ke jajarannya untuk menentang pemberlakuan FDS. PWNU Jatim langsung bereaksi meresponnya

14. Sejumlah Kiai yang kalem dan adem mulai bersuara tegas akan kebijakan Mendikbud soal FDS ini. Mendikbud sudah memancing kegaduhan

15. Saran saya Presiden Jokowi membuat pertemuan dengan PBNU dan PP Muhammadiyah serta Mendikbud dan Menag untuk cari jakan keluar bersama

16. Semoga ada kompromi dan jalan keluar bersama agar isu FDS ini tidak disamber pihak lain yang ingin mengacak-ngacak relasi Muhammadiyah dan NU. [dutaislam.com/gg]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini