Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Baru Kali Ini Kader "Kamadiyah" Komat-Kamit Ambil Posisi Dukung FDS Nyinyir NU

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Selasa, 15 Agustus 2017
    A- A+
    Forum Tolak Five Days School
    DutaIslam.Com - Kader-kader dan pimpinan ormas andalan Muhadjir Efendi, Muhammadiyah, mulai kompak menjunjung tinggi kebijakan FDS. Padahal, biasanya mereka ini nyari-nyari Banser untuk urusan publik. Kokam mereka tekam di kandang. Banser dicari kambing hitam.

    Saat demo 212 memanas, Muhammadiyah masih malu-malu kucing ikut di belakang presiden Jokowi yang menjadi objek demo ganas pimpinan FPI. Mengapa? Tentu mereka lebih sibuk mengurusi rumah sakit dan pendidikan daripada ikut dibully jika memilih mendukung pemerintah. Dalam demo 212, 411, ketika NU melalui Kiai Said menentang, sebelah masih pikir-pikir.

    Kepada Dutaislam.com, pada bulan Mei 2017 lalu, salah seorang staf kementerian pernah berkomentar bahwa NU satu-satunya ormas yang tegas mendukung Jokowi. Muhammadiyah kocar-kacir karena kadernya banyak yang nungging, tunggang langgang dikejar masalah internal. Mereka kompak jalankan bisnis, tapi morat-marit menyikapi isu politik kebangsaan nasional.

    ------------
    Acara aksi Tolak FDS di Lumajang dengan istighatsah ternyata difitnah dengan berdernya video kurangajar bikinan portal Islam Radikal. Pihak keamanan tidak ada keberatan atas aksi, eh ternyata pihak KPAI juga bikin tambah rusuh dengan rilis murahan tanpa konfirmasi.

    Gus Nawawi Sebut Video Aksi Tolak FDS di Lumajang Adalah Hoax Bikinan Kelompok Radikal

    Tolak FDS Teriak Bunuh Adalah Hoax Tingkat Alumni 212

    Berdasarkan Video Hoax, KPAI Berani Beri Statemen Ngawur Soal Aksi Tolak FDS Lumajang

    Dari Dulu KPAI Tidak Ada Jubir, Mafiakah yang Bikin Rilis "Hardik" Santri Tolak FDS?

    --------------------

    Namun, ketika FDS dianggap menguntungkan, kader-kader Kamadiyah ramai-ramai nyinyir kepada NU. Mereka sudah bisa komat-kamit pakai lisan dan pena. Situs kurangajar yang mengklaim ber-Muhammadiyah macam sangpenggerah.com pun memelintir ucapan Kiai Said soal demo tolak FDS di Lumajang yang hoax itu. Kiai Said hanya bilang anak-anak, sangpenggerah.com menyebutnya sebagai warga NU.

    Kader lain yang memiliki posisi stretagis juga menyebut nyinyir NU dengan sindiran sinis bahwa NU disebutnya paling santun, suka dialog namun ia seakan menerjemahkan kalau NU hanya kamuflase. Bukankah Muhadjir yang selama ini kamuflase "tidak pernah mendukung FDS?" Hahahah. Ajur gan!

    Baru kali ini Kamadiyah (bahasa Jawa), kompak ngajak gelut NU atas munculnya kebijakan FDS. Gelut soal perselisihan hari raya, qunut, tarawih, dkk, sudah selesai di tingkatan bawah sejak lama, walau memang atas nama topeng-topengan saja. Namun, soal FDS yang bagi NU adalah harga mati ditolak, bagi kader-kader Kamadiyah. itu harga hidup yang harus diterima.

    Sudah dulu yah. Editorial Dutaislam.com akan lanjut di judul berikutnya: "Madin Tamat, Jokowi Juga Tamat" [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: