Selasa, 01 Agustus 2017

Banser Akan Perang dengan HTI? Itu Pengandaian Provokasi yang Ngawuris

Bukti chat grup soal Banser dan HTI
DutaIslam.Com - Sebuah artikel berjudul "Seandainya Banser & HTI Perang" yang dimuat di situs berhaluan radikal, Dakwah Media, beberapa hari lalu sungguh provokatif dan sak karep udele. Penulis artikel bernama Irkham Fahmi Al-Anjatani menyebut kalau Banser dan HTI bisa bentrok dalam perang karena ia menyalahkan Banser dengan sebutan "HTI digagalkan dimana2", "HTI menjadi korban bulliying mereka", bahkan hingga mengutip hadits "al-Qootil wal maqtul finnaar (antara yang membunuh dan yang dibunuh sama-sama di neraka".

Tujuaannya terkesan baik, hingga dia menyebut Banser saudara seiman dan seakidah yang tidak perlu dibenturkan dengan HTI karena yang untung hanya pihak ketiga. Tapi tuduhan-tuduhannya kepada Banser sungguh tidak bisa dibenarkan. Penulis penyebut Banser "menganiaya saudaranya dengan mengatasnamakan agama saja dilarang, apalagi sekedar mengatasnamakan membela Pancasila". Dia tidak rela jika Banser membela Pancasila.

Menanggapi artikel tersebut, anggota grup Densus Dutaislam.com #01 menyebut judul artikel itu adalah pengandaian ngawur. "Ansor sekedar menjalankan instruksi dari NU yang nyata-nyata menolak ormas ideologi khilafah (dalam hal ini HTI) yang jelas mengganggu keutuhan NKRI. Bila ideologi yang bermasalah, urusuannya HTI adu intelektual dengan Ulama NU, bukan dengan Banser. Ansor sadar betul," demikian respon Ghulam, anggota grup asal Grobogan, Senin (31/07/2017).

Menurutnya, Ansor itu bukan galak, kasar atau keras. "Mereka dipicu keras oleh HTI sendiri yang seolah-olah melunak dalam misi menebar ideologi khilafah (jelas tak sesuai kultur Indonesia) dengan ujung jalannya berupa kekerasan. Entah tutur maupun sikap. Aiqontu mutayaqqinan, muhal perang antara keduanya. Langkah-langkah represif oleh pemerintah maupun ormas pro pancasila (untuk saat ini) cukup sedikit memukul mundur HTI," imbuh Ghulam.

Fauzi Muliji, anggota grup dari Pontianak justru heran mengapa mereka justru yang malah merasa terancam. Membela Pancasila bagian daripada membela Islam . Karena Pancasila digali oleh sebagian besar tokoh Islam," ujarnya Fauzi.

Menanggapi tulisan kasar Irkham Fahmi kurcaci HTI, Sonnay juga ikut berkomentar. Menurut pria yang mukim di Semarang itu, NU tidak pernah memulai menghina, "dihina dicaci dimaki bahkan Ketum dan pendiri PBNU diragukan keislamannya pun kami diam. Tapi Allah Swt Maha Adil, siapa yang betul-betul pejuang agama Islam yang maslahat bagi kebangsaan dan negara dan mana yang khawarij yang kerjaanya selalu mentakfirkan, bicara kasar dan kotor," terang Sonnay kepada Dutaislam.com.

Banser bukan asal tebas, tapi berdasarkan instruksi Ansor atas dawuh ulama-ulama sepuh NU. Jadi bagi Banser, langkah ini adalah amanah, pun pelaksanaan amanah ini tetap di belakang komando aparatur hukum setempat," tambah Sonnay.

Solihin, senior Banser dari Magelang juga menyatakan bahwa HTI itu tidak ada misi membela negara, karena bagi mereka hanya memperjuangkan berdirinya Negara Islam dengan satu orang khalifah. "Padahal kalau ditanya mana dalil wajibnya mendirikan Negara Islam, mereka hanya bungkam, karena mereka hanya berdasarkan kesimpulan kesimpulan yang masih kontradiktif," ungkap Silihin.

Para pengasong khilafah itu hanya nggabrul ngomong sak kerepe dewe ngajak perang Banser karena pendidikan sejarah di kurukulum pelajaran mereka yang kebanyakan berpendidikan tinggi cuma 2 jam seminggu. Pantas saja kalau mereka tidak paham sejarah Pancasila, siapa saja yang merumuskan dan dalam kondisi seperti apa Pancasila lahir. Wajar HTI dulu suka menuduh Pancasila sebagai ajaran thighut, meski sekarang melunak.

Sejarah mana yang dipakai oleh mereka, itulah titik tolak," demikian kata Imam A Aziz, member Dutaislam.com #01 dari Bandung. Andai saja eks HTI mau insyaf, mereka akan menjadi pembawa/pengibar bendera merah putih di lapas. "Eks teroris sudah banyak insyaf," tutur Imam menyarankan penulis artikel koclok itu. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini