Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Agar Target NU Bubar dan Gagal Total, Kata Kiai Said: Wajib Hukumnya Kiai Punya Akun

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 18 Agustus 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Bagaimana siasat agar target NU bisa bubar dan gagal total? Pertanyaan itu dilemparkan ke grup WhatApp Keluarga Sarkub beberapa hari lalu. Banyak tanggapan yang keluar, ada pesimis, tapi banyak pula yang memberikan jawaban alternatif.

    Baca: NU Ditarget Hancur dari Indonesia Paling Cepat Tahun 2020

    Hendra, salah satu sarkubers di grup menyatakan kondisi pra-medsos (1990 an s.d awal 2000), para wahabi dan anti NU bisa dikatakan sedikit berhasil melakukan brain washing di kampus-kampus strategis di Indonesia, seperti di ITB, STAN, UI dan lainnya, "mereka sepertinya melakukan strategi yang lebih masih dengan adanya medsos dan tim cybernya," ujar Hendra, Rabu (16/08/2017).

    Massifnya gerakan wahabi di medsos memang ingin menargetkan hancurnya NU di Indonesia. "Info yang beredar di dumay soal target penghancuran NU memang banyak arahnya," kata Arif Fatahillah menanggapi pendapat Hendra.

    Diskusi pung berlanjut pada usulan menyerang kesukaan para penggerak wahabi. "Jika dikerasin, maka akan semakin beringas dan lari. Semut yang kecilpun jika diinjak akan menggigit, apalagi manusia," tulis Ulul Ilmi, sarkubers lainnya. "Warga NU jangan punya pemikiran menekan mereka akan membuat mereka takut dan menurut," imbuh Ulul.

    Lalu, apa langkah agar gerakan mereka kocar-kacir? Pakailah cara yang pernah digunakan para Walisongo yang berhasil mengajak orang-orang Hindu memenuhi kesukaan mereka berkumpul dengan tahlilan, yang esensinya sangat terkandung dalam amaliyah muslimin.

    Sayangnya, eksplorasi kesukaan orang-orang wahabi itu apa, diskusi tidak belanjut karena orang wahabi dianggap banyak suka perang, tebar kebencian dan hoax. Mauquf, diskusi berganti topik. Namun Arif Fatahillah mengutarakan apa yang pernah dikatakan KH Said Aqil Siraj soal pergeseran wajib langkah dakwah para ulama dan kiai NU.

    "Prof. Said Aqil juga mengatakan kita semua wajib turun bergaul dengan mereka-mereka yang tidak suka NU untuk menjelaskan tentang NU. Bahkan beliau bilang wajib hukumnya kiai punya akun Fcaebook, Twitter, Instagram dan lainnya," demikian kata Kiai Said dikutip Arif di sela obrolannya dengan Gus Ishom di Karawang dalam sebuah acara.

    Kewajiban itu penting dilaksanakan mengingat penyebaran dakwah wahabi lebih banyak di medsos daripada di pesantren karena memang suka yang instan; berpengikut gemuk tanpa lelah di lapangan. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    3 komentar

    Saya setuju, org-org NU bergaul dengan yg tidak suka NU untuk menjelaskan. Cuman dalam cara penyampaian harus menyesuaikan dengan karakteristik org yg didatangi, krn tiap manusia bisa beda cara pendekatannya. Hindari mencandakan ayat-ayat atau jargon-jargon agama, krn masalah agama ini kan berkaitan dgn hidup manusia mana boleh jadi permainan. Kalau seneng bercanda, cari sj materi lain selain materi agama, banyak sekali kok yg bisa dijadikan materi bercanda.

    Setuju !!!!
    Minimal para santrinya yang punya akun web/blog, Youtube Channel, facebook, twitter, Whatsapp, Instargram, dan lainnya (kalau bisa semua medsos). Karena saat ini minim informasi, khususnya bagi yang baru belajar Islam, tau-tau yang dibuka di Internet malah akunnya wahabi.

    Mengutip pernyataan GusDur, ada 5 kiai dan 2 diantaranya tidak boleh diganggu yaitu:

    1. Kiai Tandur, menurut Manarul dengan mengutip Gus Dur, adalah kiai pesantren yang mengajarkan kitab kuning di pesantren, terutama ilmu alat atau di pesantren dimaksudkan sebagai ilmu nahwu-sharaf (gramatika Arab).

    “Mereka ini tidak boleh diganggu posisinya. Karena kekuatan NU ada pada mereka. Para kiai inilah yang mencetak kader NU berikutnya,” katanya.

    2. Kedua, kiai sembur. Mereka ini adalah temannya kiai tandur, juga tidak boleh diganggu. Kiai sembur sering diminta untuk menyembur (mengobati) penyakit-penyakit khas masyarakat bawah.

    Jadi saya rasa yang sebaiknya membuat akun adalah santri, alumni santri, dan pengurus yayasan pesantrennya saja sudah cukup. Baru yang ingin belajar cari ilmu datang ke Pondok untuk nyantri. Karena ilmu itu HARUS DICARI bukan di obral di medsos agar ada penanggung jawabnya dan silsilah sanad ilmunya tidak terputus serta tidak ngawur alias menggunakan penafsiran sendiri2 seperti yang bayak beredar sekarang ini.