Jumat, 28 Juli 2017

[Parah] Kwarnas Pramuka Disebut Hampir Full Dikangkangi Pendukung dan Simpatisan (alm) HTI

Saat Adhyaksa Dault mendukung HTI pada tahun 2013
DutaIslam.Com - Upaya Menpora Imam Nahrawi yang mempending segala bentuk bantuan finansial kepada Pramuka dibawah kepemimpinan Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault karena dianggap sebagai cheerleader (almarhum) HTI, mendapatkan dukungan dari kalangan muda NU.

Ichwan, salah satu pengurus LTN NU Jawa Tengah menegaskan perlunya Pramuka yang steril dan bersih dari oknum-oknum seperti Adhyaksa Dault. Baca: Buntut Pembubaran HTI, Anggaran Pramuka Ditahan, Ada Apa?

"Para kader Pramuka seharusnya menjadi penjaga gawang bangsa dan negara dari serbuan para ormas sontoloyo, bukan malah ikut-ikutan bergabung dengan ormas gemblung itu dan menjadi penyerang bangsa dan negara Republik Indonesia," katanya kepada Dutaislam.com, Rabu (26/07/2017) pagi.

Komentar Ichwan itu didukung pula oleh Cak Isa, kader NU dari Surabaya. Menurutnya, kepengurusan pramuka di tingkat Kwarnas hampir full simpatisan HTI. "Jadi posisi Adhyaksa Dault aman," tuturnya Cak Isa.

Irwan Winardi, yang juga menanggapi soal mantan Menpora era SBY itu malah mempertanyakan begini, "apa benar dia (Adhyaksa) Pramuka?". Dia menerangkan, Adhyaksa Dault jadi Pengurus Pramuka hanya kebetulan karena jabatannya, "tentunya dia nggak tahu, apalagi hapal Trisatya dan Dasa Dharma," imbuhnya kepada Dutaislam.com.

Janji (sumpah) Pramuka yaitu Tri Satya yang artinya adalah kata-kata janji atau sumpah yang diucapkan seorang Pramuka golongan Penggalang, Penegak, Pandega dan anggota dewasa.

Karena faktor jabatan itulah, sekarang ini banyak posisi jabatan organisasi Pramuka yang diisi oleh birokrat atau pejabat atau politisi yang sama sekali tidak punya jiwa Pramuka, tetapi dianggap Pramuka karena dia pejabat negara.

"Makanya, tak perlu heran jika ada banyak Pramuka jadi-jadian yang tak punya rasa patriotisme, malah bergabung dengan organisasi bughot bahkan teroris," demikian timpal Heri Munajib, salah satu kader NU yang ikut prihatin atas ngenes-nya Pramuka.

Seharusnya, menurut Chumaidi Najihun, kader muda NU lainnya, semua pengurus Pramuka harus merombak dan memperbaharui kepengurusan sehingga bebas dari anasir HTI dan PKI. Jadi yang terbukti terlibat HTI diganti.

"Selanjutnya, pengurus baru membuat surat pernyataan bahwa tidak menjadi anggota atau simpatisan HTI atau PKI," tandas Najihun. Unsur bebas dari PKI juga harus dijadikan ukuran biar kebijakan itu tidak dituding gerakan PKI, sebagaimana propaganda para pendamba riwayat dan legenda almarhum HTI. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini