Minggu, 23 Juli 2017

Keramat Unjuk Rasa Tolak Full Day School di Semarang

Masaa aksi unjuk rasa tolak full day school
DutaIslam.Com - Banyak yang bertanya-tanya mengapa aksi tolak full day school terkesan singkat, hanya sebentar. Tak heran ditemui beberapa rombongan yang baru datang, aksi sudah selesai. Padahal selain aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Nahdliyin, ada pula aksi yang dilakukan oleh teman-teman Kesaktuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyuarakan bela al-Aqsha yang lokasinya tak jauh dari aksi tolak full day school.

Pada rapat evaluasi di kantor PWNU, pertanyaan tersebut pun dilontarkan. Berdasarkan jawaban yang diterima redaksi dutaislam.com (22/7), memang aksi sengaja dilakukan sebentar, karena ada perintah dari Kasepuhan Semarang agar aksi tidak dilakukan lama, sebab Semarang bagian barat dan selatan sudah turun hujan. "Jangan sampai kita bubar karena hujan. Kasihan, supaya tidak banyak yang jatuh sakit," jelas salah satu poin informasi yang beredar sebagai hasil rapat evaluasi.

Tidak sampai satu jam setelah aksi tolak full day school selesai, sepanjang Jalan Pahlawan hujan cukup lebat. Tak ayal membuat aksi yang menyuarakan bela al-Aqsha bubar.

Sebelumnya, Hudallah Ridhwan selaku koordinator aksi beserta tim Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat, Ki Ageng Pandanaran dan Mbah Hadi Suromenggolo. Dan malamnya (Kamis, 20/7) sebelum aksi damai tim KMPP menggelar doa bersama dipimpin oleh para Kiai sepuh.

Aksi tolak full day school ini didukung oleh banyak Kiai di Jawa Tengah, bahkan banyak pula yang ikut turun aksi di lapangan. Keramat pun muncul. Semoga Mendikbud lekas sadar! [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini