Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Gus Nur: Ustadz Kubur yang Amburadul

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 28 Juli 2017
    A- A+
    Ini foto ketika Gus Nur membenci Habib Rizieq
    DutaIslam.Com - Sejak Gus Nur balik mendukung Habib Rizieq setelah jadi Ahoker dan menyatakan kepada publik (via Youtube) bahwa; siapa saja yang tidak mendukung HRS akan celaka tujuh turunan, namanya makin marak dibicarakan.

    Pelaknatan membabi buta itu sempat viral karena dimuat di situs Youtube. Kalimat yang terkenal darinya adalah "Habib Rizieq sudah melakukan Mubahalah. Sumpah demi Allah, siapapun dirimu, mau Kapolri, mau Kapolda, apalagi (ahoker) cuma kuli bangunan, maka hancur hidupmu. Tujuh turunan kalian akan celaka," tegas Gus Nur beberapa bulan lalu.

    Dalam dunia persilatan, eh, dakwah ding, nama Gus Nur sebetulnya sudah dikenal cukup luas di kalangan umat Islam yang pernah mengundangnya. Dia disebut Uskub alias "ustadz kuburan". Sejak 2005, pengasuh Majelis Dzikir dan Dakwah Al Fatihah Probolinggo itu sudah menggunakan kuburan sebagai sarana mengingatkan orang-orang.

    Dia berakting masuk kuburan, dikafani, lalu di dalam kubur tersebut ia mengeluarkan kata-kata, berceramah untuk didengarkan oleh hadirin. Dia diperbincangkan seiring moncernya Ustadz Abdul Somad yang aswaja rasa HTI itu yang muncul ke permukaan dengan segenap letupan-letupan parahnya.

    Beda dengan Somad, munculnya Gus Nur langsung dengan cara-cara melaknat di luar kuburan, medianya. Ke publik, yang jadi perbincangan adalah kontroversi Gus Nur, bukan ilmu dan sumbangsih besarnya kepada umat Islam dan Indonesia. Ia justru melaknat siapa saja yang tidak mengikuti jalan "jahalah"nya. Tuh kan.

    Tapi tidak banyak yang tahu kalau ustadz yang moncer langsung dengan sebutan "gus" itu hanya pandai bicara. Seorang habib yang mukim di Jakarta, kepada salah seorang sumber Dutaislam.com menyatakan bahwa membahas Gus Nur itu tidak baik untuk gizi ilmu. Baca Al-Qur'an saja, kata sang habib, masih nyeret-nyeret atau tidak pakai metode tajwid yang "yes", apalagi makhraj.

    "Bagaimana mungkin seorang Gus yang sudah berani mengisi taushiyah tidak bisa membaca Al-Quran dengan baik dan tidak bisa memahami kitab-kitab gundul?" Demikian komentar habib berinisial IM yang juga alumnus Ponpes Sidogiri tersebut kepada Cak Usma, sumber Dutaislam.com, Kamis (27/07/2017).

    Setelah dicek di Youtube, cara baca Qur'an ala Gus Nur sangat mengenaskan. Artinya, cara pandang agamanya jelas rata-rata sama dengan ustadz artis dadakan yang memburu tenar daripada belajar Al-Qur'an dengan benar. Masih percaya ustadz kubur bertarif puluhan juta tapi amburadul baca Qur'annya? Ya silakan saja jika ingin jadi pelaknat seperti dia. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: