Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Awas Propaganda! Kenali Ciri-cirinya di Sini

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Senin, 31 Juli 2017
    A- A+
    Suasana habis Pelatihan Digital Literacy And Cyber Army STAIA Syubbanul Wathon Magelang.
    Oleh Vinanda Febriani

    DutaIslam.Com - Sejak sebelum Pilkada Jakarta kemarin digelar, banyak sekali bertebaran di media sosial ajakan-ajakan untuk menjatuhkan salah satu Cagubnya. Meskipun hal semacam itu sudah lama ada, tapi seakan kita merasakan bahwa pilkada kemarin merupakan puncaknya. Hingga kini cara-cara seperti itu masih banyak kita temukan, dan mungkin akan booming lagi pada Pilkada berikutnya di daerah-daerah lain.

    Tak jarang kita temui gambar yang diedit dengan caption tertentu atau tulisan yang menggebu-gebu dengan tujuan untuk mempengaruhi seseorang, bahkan ada pula yang menggunakan data-data palsu demi meloloskan niatnya. Cara apa ini? Apa ini yang dinamakan propaganda? Apa sih sebetulnya propaganda itu? Mari kita simak.

    Istilah "propaganda" sebetulnya berasal dari bahasa latin "propagare" (mengembangkan atau memekarkan). Menurut Sasropoetra, propaganda ialah suatu penyebaran pesan yang direncanakan dengan seksama untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat dan juga tingkah laku seseorang.

    Berikut ini adalah beberapa jenis propaganda menurut sifat yang dimilikinya:
    1. White propaganda atau propaganda putih. Dalam propaganda ini, sumber yang didapatkan sudah jelas dengan substansi yang benar, dan memiliki umpan balik (feedback).

    2. Grey Propaganda atau propaganda abu-abu. Dalam propaganda ini sumber yang dijelaskan telah disamarkan dan sumber sebenarnya tidak pernah disebutkan, sedangkan substansi dalam propaganda ini terkadang benar dan terkadang pula tidak benar.

    3. Black propaganda atau propaganda hitam. Dalam propaganda ini, sumber yang didapat dinyatakan dengan tidak jelas namun benar, identitas sumber dalam propaganda ini tidak pernah dinyatakan dengan jelas, substansi propaganda ini dibuat untuk mendiskreditkan sasaran dengan tujuan supaya membingungkan lawan yang ditujunya tersebut.

    Dalam melakukan propaganda, pelaku bergantung pada sarana media jenis apa yang digunakannya. Adapun beberapa sarana media komunikasi yang seringkali digunakan para pelaku propaganda:
    1. Melalui tokoh-tokoh formal maupun informal
    2. Melalui media cetak, brosur, pamflet, gambar, karikatur dan lain sebagainya. 
    3. Melalui media elektronik jejaring sosial, facebook, twitter, WA, telegram, dan sebagainya.
    4. Melalui pendidikan dan pelatihan untuk guru, pengajar instruktur.
    5. Melalui organisasi meliputi organisasi masyarakat, organisasi politik, LSM, lembaga riset, pesantren dan lain-lain.
    6. Iklan publik.

    Selanjutnya inilah beberapa teknik yang biasa digunakan para pelaku propaganda:
    1. Name caling untuk mempengaruhi stigma negatif kepada sasaran yang hendak dituju.
    2. Identifikasi diri dengan gagasan luhur seperti keadilan, HAM.
    3. Menciptakan lambang.
    4. Testimonials atau menyatakan keterkaitan diri dengan tokoh berpengaruh.
    5. The plain folks, mengatasnamaka rakyat
    6. Card stacking atau menonjolkan hal-hal positif  supaya publik tidak melihat hal-hal yang negatif.
    7. Menonjolkan succes story untuk meyakinkan publik.

    Itulah beberapa ciri-ciri dan motif propaganda yang sering dilakukan di media sosial. Selanjutnya silakan identifikasi sendiri ketika anda bermain medsos. [dutaislam.com/gg]

    Tulisan ini diresume dari materi pelatihan Digital Literacy And Cyber Army
    STAIA Syubbanul Wathon Magelang 29 Juli 2017.

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: