Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • [Biar Tidak Nganu] Habib Rizieq Perlu Belajar Kepada Gus Dur Soal Chat Itu

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 04 Juni 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Dalam kasus Habib Rizieq, saya kira harus belajar pada Gus Dur. Semua dia jalani dengan tabah, tidak melibatkan pendukungnya yang puluhan juta, "biar saya saja yang menelan ini sendiri, jangan ada darah mentes hanya untuk jabatan," pintanya.

    Meskipun ratusan ribu siap berani mati bela Gus Dur. tapi Gus Dur justru meminta pendukungnya bersabar jangan sampai membuat onar dan jangan ada kekerasan.

    Habib Rizieq, jika Anda yakin akan kebesaran Allah yang Maha Adil, terimalah semua proses ini tanpa membuat gaduh, tanpa kekerasan dan tanpa darah. Jika itu fitnah dan rekayasa, yakinlah mereka akan mendapat balasannya.

    Kita teringat apa yang menimpa Gus Dur, yakni kasus bulog yang direkayasa secara politik oleh Akbar Tanjung, Bahtiar Khamsa, Surya Darma Ali dan koboi senayan. Rekayasa hukum oleh mantan Kapolri Rusydi Harjo. Opini publik dari oleh Andi Malarangeng menyatakan seolah Gus Dur salah yang akhirnya dijatuhkan. Lagi lagi Gus Dur hanya bilang, nanti sejarah yang akan membuktikan. Jangan membuat kekerasan!

    Dan benar, tak selang lama kasus bolug terbongkar, Akbar Tanjung pun terseret sampai masuk penjara, menyusul kemudian Bahtiar Chamsah yang dipenjara atas tuduhan melakukan korupsi 32 M ketika menjadi Mensos, sama persis sebagaimana dituduhkan Bahtiar Chamsah pada Gus Dur waktu itu.

    Begitu juga Rusydy Harjo yang kemudian menyusul masuk penjara karena kasus paspor ketika dia masih menjadi dubes di Malaysia. Andi Malarangeng juga senasib. Ia kemudian dipenjara karena kasus Hambalang, sama dengan Suryadarma Ali. Dan tentu yang lain akan menyusul, cepat atau lambat.

    Tokoh lain yang ikut dalam komplotan penistaan Gus Dur, akhirnya mengalami nista juga di kemudian hari. Misalnya Amin Rais, akhirnya dia hilang martabatnya, dinista banyak orang bahkan diruwat orang Jogja segala, sebagai tanda aib. Istilah Kiai Hasyim, Amin Rais itu seperti tukang servis yang menerima bongkar, tapi tidak menerima pasang.

    Ketokohan sebagai pejuang reformasi mendadak hilang, dan auranya pindah ke SBY. Amin Rais gigit jari. Dia kalah di putaran Pilpres pertama. Megawati yang juga pernah ikut menjatuhkan Gus Dur, lunglai. Petahana kalah oleh anak buah, berkali-kali dia nyalon lagi tapi tidak laku. Semua itu atas ulah mereka menista anak manusia yang tak bersalah.

    Ini saya ungkapkan sebagai renungan untuk Habib Rizeq agar mau menerima proses hukumnya secara proposiona. Yakinlah jika mereka membuat fitnah dan rekayasa, pasti Allah akan membalasnya dengan kehinaan yang jauh lebih hina dibanding yang dialami Habib Rizieq sekarang.

    Sabarlah, anggap ini ujian melatih kesabaran. Yakinlah, yang sabar akan disayang Tuhan. Jangan ada kekerasan, karena "tidak ada jabatan di dunia ini yang harus dipertahankan mati matian," demikian pesan Gus Dur. [dutaislam.com/ab]

    Keterangan:
    Tulisan di atas disebarkan oleh Kindo HK (link), diedit Dutaislam.com seperlunya agar lebih enak dibaca pemirsa. 

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: