Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Dari Luar Negeri, Tersangka Chat Dikabarkan Tantang Sumpah Mubahalah, Semoga Waras!

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Kamis, 01 Juni 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Karena tidak pulang-pulang, sementara banyak yang merindukan, maka kabar HRS akan pulang ke tanah air pun diisukan di media sosial secara masif. Padahal, tidak ada pernyataan resmi kapan pulangnya kalau ia benar-benat murni umroh. 

    Hal yang juga dijadikan isu di negeri sendiri kala HRS masih ada di pelarian itu adalah soal mubahalah sang imam besar namun kecil nyali itu. Entah diucapkan kapan, pakai saluran apa dia mengatakan kepada para perindunya di tanah air itu, tapi isu HRS menantang mubahalah Kapolri juga dijadikan isu untuk mendukung menarik dukungan atas kasus yang menejaratnya itu. 

    Mubahalah kemudian dijadikan komoditas mendukung HRS di luar sana. Padahal, sumpah yang juga ada laknatnya itu dulu dipakai untuk urusan akidah, bukan urusan hukum yang sebetulnya sangat mudah diselesaikan dengan mental pemberani. Mengenai salah kaprah pemakaian mubahalah oleh pendukung HRS tersebut, kami tayangkan tweet dari Dr Nadirsyah Hosen, tokoh intelektual NU brilian yang sekarang masih mengajar di Australia. 

    1. Salah kaprah soal #mubahalah. Ada yg menyangka mubahalah itu bisa dipakai utk menghindari proses hukum. KELIRU!

    2. #mubahalah di masa Rasul berkenaan dg masalah aqidah, bukan soal dugaan tindak pidana. Ini 2 perkara yg harus dibedakan.

    3. Sebagai contoh kalau ada yg dituduh mencuri, maka proses pembuktiannya bisa lewat sumpah, saksi atau alat bukti lain, bukan #mubahalah

    4. Buktikan anda tdk berada di tempat kejadian, ajukan saksi, dokumen, dll. Bukan menantang lewat #mubahalah

    5. Apa bedanya #mubahalah dan sumpah? Mubahalah itu saling melaknat. Sumpah di pengadilan tdk demikian

    6. Sumpah cukup mengatakan bhw keterangan anda benar. Bukan melaknat pihak lain, yang tdk percaya dg keterangan anda

    7. Akan kacau sistem pidana kalau #mubahalah dijadikan alat bukti. Itu sebabnya kitab fiqh jinayah tdk memasukkan mubahalah sbg alat bukti

    8. Dalam sistem tradisional dulu ada semacam sumpah pocong, pidana modern menolaknya, apalagi mubahalah.

    9. Nahnu nahkum bidz dzawahir. Kita hanya menghukumi apa yg dzahir. Mubahalah gak cocok di pengadilan; bakal deadlock, gak ada putusan

    10. Ini bukan masalah berani atau tidak berani bermubahalah. Ini masakah menghormati proses dan sistem hukum. Cara pembuktian sdh diatur

    11. Mau tiap hari mubahalah sekalipun, itu tdk akan menghapus tindak pidana yg dituduhkan kpd anda.

    12. Mubahalah itu jika semua argumentasi mentok dan ujungnya salah benar soal keyakinan diserahkan pada Allah. Ini bukan wilayah pengadilan

    13. Tindak pidana ini bukan soal keyakinan atau keimanan. Yg dituduhkan ini soal asusila. Lawan dg bukti dan saksi. Sanggup?

    14. Sekali lagi, mubahalah berkenaan dg keyakinan yg tdk bisa dipidana. Ini beda dg tindak kriminal. Jadi keduanya dibedakan

    15. Jadi kalau anda tersangkut perkara kriminal, ikuti proses hukumnya, bukan malah menantang #mubahalah

    16. Menantang #mubahalah di luar perkara aqidah itu sesuatu yg berlebihan, dan tdk dilakukan Rasul

    17. Mubahalah oleh RS yg beredar selama ini benarkah diucapkan RS? Ada videonya kah? Ada saksinya kah? Atau cuma meme saja yg beredar?

    18. Katakanlah benar RS mengucapkan mubahalah, ini tdk melepaskan dia dari proses hukum, spt saya jelaskan di atas

    19. Nanti semua orang yg dituduh kriminal bisa saja kabur dari tuntutan hukun dg alasan sdh mubahalah. Kacau kan sistem hukum kita jadinya!

    20. Lagipula teks mubahalahnya adalah "tidak berzina", pdhl yg dituduhkan bukan zina, tapi gambar porno. Ini belum masuk dlm teks #mubahalah

    21. Sebagaimana imbauan Ketum MUI, sebaiknya RS ikuti saja proses hukum yang berlaku. RS belum tentu bersalah kok

    22. Mubahalah tidak menjadi dasar lari dari proses hukum. Siapapun sama di depan hukum. Kita jg pakai asas praduga tak bersalah

    23. Jadi, pulanglah RS. Buktikan kalau ini semua rekayasa belaka. Jangan takut dan sedih, innallaha ma'ana! OK OCE?

    24. Selesai penjelasan soal #mubahalah dan selamat berbuka puasa utk kawan2 di tanah air. Maaf kami di Melbourne sdh duluan. 

    Kita tunggu saja isu apa yang akan dimaikan untuk menyelamatkan tersangka chat WhatsApp yang kabur ke negeri wahabi itu. Ya, kita tunggu saja sampai dia pulang atau dipulangkan dengan mubahalahnya sendiri. Semoga waras wiris yah! [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: