Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Butir-Butir Pancasila yang Hampir Terlupakan (Padahal Isinya Akhlak)

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Kamis, 01 Juni 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Bagi generasi lalu, saat masih ada Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) selama 100 jam (berapa hari yah?), butir-butir Pancasila dijadikan makanan wajib, terutama saat masuk menjadi mahasiswa di kampus.

    Kini, setelah puluhan tahun tidak ada penataran P4, butir-butir Pancasila seakan terlupakan. Ungkapan "Saya Indonesia, saya Pancasila!" perlu didengungkan kembali bersama butir-butir Pancasila. Berikut ini adalah butir-butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila tempo dulu.

    Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

    I. SILA PERTAMA: KETUHANAN YANG MAHA ESA

    1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
    2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
    3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
    4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

    II. SILA KEDUA: KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

    1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
    2. Saling mencintai sesama manusia.
    3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
    4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
    5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
    6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
    7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
    8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

    III. SILA KETIGA: PERSATUAN INDONESIA

    1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
    2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
    3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
    4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
    5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

    IV. SILA KEEMPAT: KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN

    1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
    2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
    3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
    4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
    5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
    6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
    7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

    V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

    1. Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
    2. Bersikap adil.
    3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
    4. Menghormati hak-hak orang lain.
    5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
    6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
    7. Tidak bersifat boros.
    8. Tidak bergaya hidup mewah.
    9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
    10. Suka bekerja keras.
    11. Menghargai hasil karya orang lain. 
    12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
    Jika Anda baca teliti, butir-butir Pancasila ternyata isinya adalah akhlak semua. Tuduhan Pancasila sebagai thighut, apalagi disebut oleh Pancagila, hanya provokasi saja. Ngawur kuadrat. Mereka yang anti Pancasila, tidak berakhlak. [dutaislam.com/ab]

    Rubrik:

    litera
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: