Kamis, 18 Mei 2017

Peduli Perdamaian Dunia, GP Ansor Gelar Halaqah Internasional


DutaIslam.Com - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda  Ansor akan menggelar Halaqah Internasional di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada Ahad hingga Senin (21-22/05/2017). Kegiatan akan dipusatkan di GOR Hasbullah Said Bahrul Ulum.

Ketua Panitia Halaqah Internasional GP Ansor, Sholahul Am Notobuwono yang juga ketua umum PP. Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor mengatakan, kegiatan tersebut bertema "Menuju Rekontekstualisasi Islam Demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban".

"Berbagai persoalan wawasan keagamaan dunia Islam yang terjadi di berbagai negara itu, kami ingin mengetahui lebih detail melalui halaqah ini. Setelah mengetahui kondisinya, forum nanti kami harapkan bisa merumuskan peta jalan menuju rekontekstualisasi Islam demi perdamaian dan harmoni peradaban," ujarnya, Selasa (16/05/2017).

Pria yang akrab disapa Gus Aam tersebut menjelaskan, ada beberapa persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi Muslim dan non-Muslim. Di samping itu, pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara juga akan menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum tersebut.

"Terutama isu-isu yang berkaitan dengan hubungan antara Muslim dan non-Muslim di berbagai negara. Serta keberadaan negara-bangsa modern dan keabsahannya sebagai sistem politik yang mengikat kehidupan umat Islam," imbuh Katib Pesantren Bahrul Ulum ini menambahkan.

Pada kegiatan tersebut, panitia mengundang perwakilan dari berbagai negara untuk menjadi pembicara dalam halaqah tersebut. Di antaranya Syekh Kabir Helminski (Kentucky USA), Shuhaib Benseikh (Marseille, Prancis), Ayeikh Ahmed (Abbadi, Maroko), C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), Magnus Ranstorp (Stockholm, Swedia), Syeikh Mohammed Abu El Fadl (Kairo, Mesir), Ash Shisty (India), Syeikh Amru Wardani (Kairo, Mesir), Mouhanad Khorchide (University Of Munster, Jerman), dan perwakilan dari Malaysia.

"Untuk undangan yang luar negeri, beberapa sudah konfirmasi kehadiran. Komunikasi terus kita lakukan, sudah hampir semuanya memberi kepastian hadir. Kalau pembicara dari dalam negeri ada perwakilan dari Muhammadiyah, pemerintahan, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan BIN (Badan Intelejen Negara)," jelas Gus Aam.

Adapun peserta kegiatan ini diperkirakan sekitar 400 orang. Terdiri dari pengurus Ansor dari seluruh Indonesia, kiai-kiai pesantren, ratusan dosen-peneliti dalam dan luar negeri, Forum Musyawarah Ponpes, RMI (Rabitah Ma'had Islamiyah), dan utusan Banom (Badan Otonom) NU. "Forum ini dialognya aktif. Jadi, nanti dari beberapa narasumber bisa saling menanggapi secara langsung. Begitupun peserta," bebernya.

Menurut Gus Aam, berbagai pembahasan yang dikaji dalam halaqah internasional itu akan direkomendasikan dan dibedah kembali di negaranya masing-masing.

"Karena bisa saja persoalan yang sudah dibahas disini nantinya akan relevan dengan yang terjadi di negara lain. Atau bisa saja hasil dari halaqah ini menjadi kesepakatan bersama lintas negara untuk perdamaian dunia dan harmoni peradaban," pungkasnya. [dutaislam.com/dsm-nuo]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini