Rabu, 24 Mei 2017

Masyallah, Tanpa Membaca Buku, Kiai Ini Bisa Buat Makalah Puluhan Referensi Buku



DutaIslam.Com - "Gus, untuk konfirmasi kembali, tujuh hari lagi Panjenengan jadi pembicara seminar HMI, apakah materi sudah siap? Karena panitia perlu memperbanyak," kata seorang panitia acara seminar, salah satu senior HMI tahun 90an.

"Belum," jawab seseorang di seberang sana.

Beberapa hari kemudian, panitia menanyakan kembali kesiapan materinya, juga dijawab "belum ada," seperti sebelumnya.

Hingga H-2 acara, si panitia penuh harap meminta materi dari salah satu penyaji di seminar nasional itu, berharap karena materi dari penyaji lainnya sudah tersusun rapi dan siap digandakan.

Namun, jawabannya sangat ringan keluar seperti sebelumnya, "belum ada mas...," jawaban yang membuat dag dig dug senam jantung panitia seminar nasional itu.

Hingga karena kekhawatirannya, esoknya panitia tersebut nekad mendatangi rumah sang penyaji materi ini, dalam benaknya, mungkin si pemateri sedang ngerjain, nggodain, anak-anak muda HMI, berharap, ternyata materi sudah diketik rapi di rumah.

Namun, kekecewaan kembali merundung, si pemateri, yang tokoh nasional itu, belum juga menuliskan materi seminar sama sekali.

Pulang dengan tangan hampa, namun sang tokoh itu menjanjikan "besok ya, insyaAllah sebelum acara, tolong siapkan mesin ketiknya," janji ini cukup melegakan si panitia, sang tokoh seolah tahu kegundahan hati anak muda itu.

Hingga esoknya, dua jam sebelum acara seminar dimulai, sang tokoh yang merupakan Ketua Umum PBNU itu mendatangi lokasi acara sesuai janji, datang seorang diri tanpa membawa apa-apa, mesin ketik sudah disiapkan di pojok ruang panitia.

Terlihat serius sang tokoh, yang bernama lengkap Abdurrahman Wahid mengetik, mengetik berlembar-lembar kertas, hingga kurang sekitar setengah jam, sang tokoh yang sering dipanggil Gus Dur memanggil panitia, "silakan diperbanyak ya mas...".

Demi melihat ketikan Gus Dur untuk materi seminar itu, panitia yang tokoh senior HMI itu terbelalak mau pingsan, Gus Dur menulis materi seminar layaknya materi tulisan ilmiah, mengutip banyak buku, mengutip pernyataan tokoh, lengkap dengan judul buku, penerbit, tahun terbit, hingga nomor halamannya, pada catatan kaki materi seminar itu.

Si panitia, yang masih menyimpan tanda tanya terkait kevalidan catatan kaki pada materi seminar Gus Dur itu, tetap memperbanyak materi seminar itu, biarlah nanti peserta seminar yang ratusan jumlahnya itu menjadi saksi pula atas kebenaran data Gus Dur itu.

Acara seminar selesai, beberapa panitia berkumpul dan melakukan verifikasi atas daftar pustaka dan catatan kaki seminar yang disusun Gus Dur, dicarilah buku-buku sesuai judul yang disebut di materi Gus Dur, satu per satu dicek, ternyata, masya Allah, tidak ada satupun catatan kaki dan daftar pustaka yang meleset, semuanya benar.

Jadi? Apakah Gus Dur hafal semua buku beserta nomor halamannya? Padahal sewaktu menulis materi seminar itu, sama sekali Gus Dur tidak membuka buku sama sekali. Alfatihah untuk Gus Dur. [dutaislam.com/ab]

Keterangan: 
Cerita ditulis Cak Usma, diolah dari sumber cerita Bapak Muhammad Khusen Yusuf.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini