Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • HTI Pengecut: Ngoceh di Belakang, Diajak Ngopi Malah Lari Bikin Alasan

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Selasa, 02 Mei 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Saat Dr. Ainur Rofiq didaulat sebagai pemateri dalam dialog bertema "Khilafah dan Wawasan Kebangsaan" di Hotel Pelangi 2 Malang, Jumat (28/04/2014), ada seorang pengikut ajaran "paling oyes" Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang menggerutu di belakang karena tidak setuju hingga membuat surat sanggahan terbuka atas pendapat Ainur Rorif. Ia datang ke acara, namun tidak berani berdialog. Namanya Muhaimin, sebut saja Mimin.

    Bila belum tahu kronologinya, silakan baca dulu postingan Dutaislam.com: [Munafiqnya Aktivis HTI] Mangkir Undangan Dialog Khilafah, Ngoceh Nyerang di Belakang.

    Merasa harus klarifikasi, Doktor Rofiq akhirnya menghubungi kontak si Mimin itu. "Siapa sampean? Beritahu kepada penulis yang bernama Muhaimin kenapa tidak menemui saya setelah seminar? Atau ketemu saya di Jombang atau di Surabaya," kata Rofiq kepada Mimin via Japri.

    "Afwan, saya sendiri Moh. Muhaimin. Tulisan saya itu sedikit dari isi tesis saya. Setelah acara saya langsung pulang, karena waktu mau Maghrib. Semoga nanti njenengan bisa baca tesis saya secara penuh. Sekarang masih dalam tahap akhir," balas Mimin.

    Saat akan menghadiri acara, Mimin ngaku sudah menyiapkan tiga lembar terkait khilafah yang akan digunakan untuk bahan dialog. Tapi akhirnya tidak dipakai karena menurutnya acara berjalan tidak kondusif. Tapi ia menjawab kepada Dr. Ainur Rofiq, waktu sudah mau Maghrib.

    "Mari ketemu diskusi berduaan saja agar lebih nyaman. Bukan dg surat terbuka. Punya rekaman kalau saya bilang HTI menyebut seluruh muslimin kafir?"

    "Insyaallah, lebih ke Makmun Rasyid," jawab Mimin ke Ainur Rofiq.

    "Kalu gitu ya jangan begitu. Ayo ketemu berduaan untuk diskusi dengan santai, gitu lho Mas. Nanti bisa membuka uneg-uneg keseluruhannya".

    "Saya sepakat. Memang perlu kita berdiskusi, terutama pada aspek wajib dan tidaknya khilafah menurut para ulama. Tapi karya juga harus dijawab dengan karya, opini juga harus dijawab dengan opini. Maafkan saya kalau sedikit emosional pada tulisan itu (surat terbuka, red), mungkin terbawa pada suasana dialog yang tidak standar".

    "Ayo ketemu sambil ngopi di Surabaya Mas. Agar bisa dialog dengan leluasa. Di UIN Surabaya dan aku jamin aman. Kan saya dari Jomvang, sampean dari Malang, pas ketemu di Surabaya," Doktor Rofiq mencoba ambil solusi dan saran serta ajakan.

    "Jangan dulu, Pak. Biarlah selesai dulu penelitian saya. Namun sebagai bahan, bisa di baca kitab-kitab yang sedang saya teliti. Tafsir Al-Munir, Tafsir Adlwa' Albayan dan Alfiqh al Islamy wa Adillatuhu juz 8."

    Ngacir dari ajakan dialog untuk menetralisir surat terbuka karena kecewa tidak berani tampil di depan, Mimin akhirnya hanya menjawab lagi begini: "Syukron atas undangannya".

    Sementara itu, Makmun Rasyid yang disebut Mimin telah menuduh HTI mengafirkan muslimin Indonesia, mencoba menghubungi Mimin untuk klarifikasi. Namun pesan WA nya tidak dibaca hingga tulisan ini dibuat oleh Dutaislam.com pada Senin (02/05/2017) pagi.

    Bila Anda ingin menghubungi si Mimin, silakan langsung ke nomornya: 082291079163 (Moh. Muhaimin, lengkapnya). Yang sopan yah, jangan terlalu kasar. Stres nanti dia kalau diskakmat. Hindari tali. Bahaya! [dutaislam.com/ab

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: