Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • [Bodoh Kuadrat] Nulis Arab Salah Tapi Sok Jadi Mujahid Berjuang Untuk Khilafah

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 07 April 2017
    A- A+
    Bodohnya Hizbut Tahrir Sidoarjo
    DutaIslam.Com - Hal yang nampak tidak lucu dan memang harus mendapatkan kritikan adalah dangkalnya pemahaman agama orang-orang yang suka menisbatkan dirinya sebagai mujahid tapi bahasa Arab saja tidak paham.

    Di tengah hangatnya kurcaci Hizbut Tahrir melow dan baper karena pada bulan Rajab sistem khilafah yang mereka sucikan hancur, dan kemudian kampanye ngalor ngidul menyosialisasikan bendera bughot di negara sah macam Indonesia, beredar foto yang membuat tiap muslimin yang paham bahasa Arab, mengelus dada.

    Bagaimana tidak, menulis salam pakai bahasa Arab saja belepotan. Bukan hanya salah, tapi juga sangat ironis. Dalam surat resmi soal pemberitahuan aksi damai dan konvoi yang diajukan oleh DPD Hizbut Tahrir Indonesia Sidoarjo pada 1 Rajab 1438 H/ 29 Maret 2017, mereka menulis salah Assalamulaikum, pendahuluan surat resmi.

    Harusnya, cara menulis salam pakai bahasa Arab yang benar adalah begini:

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Tapi mereka punya madzhab sendiri menulisnya, entah belajar dari guru dan dosen di planet mana, hingga akhirnya mereka menulis salam (awas, ini resmi lo yaw), dengan model anak-anak TK yang baru belajar alif ba' ta', begini bentuknya:

    السلا معليكمورحمة اللهوبركاته

    Harusnya huruf "mim" munfashil (dipisah) tapi mereka sambung. Alaikum yang bermakna lain dari kata sebelumnya juga mereka sambung. Ini bukan saja khilaf, tapi sudah keterlaluan. Kalimat Allah saja mereka tidak kenal. Kan innalillah. Harusnya menulis warahmatullah dalam bahasa Arab kalimat Allah nya dipisah, lha ini, ya Allah gusti, malu-maluin!

    Sekelas pengurus kabupaten tapi cara menulisnya kalah dengan juru ketik di rental sebelah. Naudzubillah min dzalik. Mau mendirikan khilafah cap kecap mana yang membenarkan penulisan salam pakai cara-cara DPD HTI Sidoarjo Jatim tersebut?

    Ini belum lagi soal ditemukannya pemuda yang mengendara sepeda motor ngalor ngidul juga menggunakan jaket bertuliskan emboh. Mungkin yang dia maksud ingin menulis kalimat Ahlus sunnah wal jamaah tapi salah kaprah, dijahir pula. Ini fotonya:

    Mujahid asosiate lucu ngaku aswaja
    Coba Anda amati dan baca? Bacanya bagaimana? Apa cara bacanya ahlus sunnah wal jamaah? Darimana ilmu sharafnya? Pakai kalimat "mujahid asosiate" segala. Ya Allah dungunya kok tidak ketolong begitu yah.

    Kalau mau menulis ahlus sunnah wal jama'ah, harusnya ketikannya adalah begini:

    أهل السنة والجما عة

    Bagaimana mau menjadi mujahid, lha wong bahasa sumber ajaran jihad (Arab) saja tidak paham babar blas. Ini menguingatkan kaum santri pada adagium tentang jahil murakab (bodoh kuadrat) yang disematkan kepada seorang pemuda, ini lengkapnya:

    قال الخليل بن أحمد : الرجال أربعة، رجل يدري ويدري أنه يدري فذلك عالم فاتبعوه، ورجل يدري ولا يدري أنه يدري فذلك نائم فأيقظوه، ورجل لا يدري ويدري انه لا يدري فذلك مسترشد فأرشدوه، ورجل لا يدري أنه لا يدري فذلك جاهل فارفضوه.

    Artinya: Kiai Khalil bin Ahmad berkata: Pemuda itu dibagi empat golongan, (1) pemuda yang pintar dan dia tahu bahwa dia memang mengetahui (atas satu hal/pintar), itulah orang alim, ikutilah, (2) pemuda yang pintar (mengusasi sebuah disiplin ilmu) namun ia tidak tahu kalau sebetulnya dia orang yang tahu, dia orang yang sedang tidur, maka bangunkanlah, (3) pemuda yang bodoh, dan dia sadar bahwa dirinya bodoh, dia termasuk yang harus diberikan petunjuk, berilah cahaya petunjuk itu padanya, (4) pemuda bodoh dan tidak sadar kalau dia bodoh, buang saja. 

    Dalam dua kasus di atas, apa mereka adalah golongan orang yang bodoh kuadrat, tidak tahu tapi sok tahu. Kalau tidak tahu tapi dia sadar bahwa dirinya tidak tahu, ia tidak akan mungkin percaya diri menulis surat atas nama HTI dan pakai jaket ala mujahid. Innalillahi wa naudzubillah. Semoga kita semua dijauhkan dari kebodohan yang disengaja.

    Tidak paham agama dan bahasa sumber ajaran agama Islam lalu tidak mau belajar dengan terus menghujat orang lain bughat thaghut bid'ah quburiyyun dan lainnya, itu akan menjerumuskan diri pada madzhab setan dan kesesatan. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    2 komentar

    Kl ga mau ngaji la mbok cari tahu. Biar ga ngisin ngisini.

    dulu aku diajak gabung di HTI sama teman Facebook
    ku jawab
    silahkan saja kamu berdakwah menurut alurmu
    aku tak dakwah lewat pesantren aja.