Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • Nekad Gelar Aksi di Hotel Grasia, HTI Semarang Akan "Diranjau" Ramai Banser dan Ormas

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 09 April 2017
    A- A+
    Sweeping pantura timur jalan kaki Rembang-Lasem, nyari HTI gentayangan.
    DutaIslam.Com - Ormas OKP Jateng dukung Ansor Banser Jateng menolak kegiatan yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Rencananya HTI akan menggelar Indonesia Khilafah Forum, di Hotel Grasia Semarang.

    Sebelumnya, HTI bemaksud mengglar pawai dan apel di Stadion Trilomba Juang Semarang pada Sabtu 8 April 2017, namun kegiatan itu tak mendapatkan izin dari Polda dan Pemkot Semarang. Akhirnya mereka tetap nekad mengelar acara tertutup di Hotel Grasia.

    Gerakan HTI yang sangat bertentangan dengan ideologi dasar negara Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945 dianggap meresahkan masyarakat. Ansor Banser Jateng tak sendirian. OKP dan Ormas ramai-ramai mendukung, antara lain Laskar Merah Putih (LMP), Patriot Garuda Nusantara (PGN), Garda Nusantara (Gantara) dan Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI).

    Ansor Banser dan OKP dan Ormas sejak Sabtu (08/04/2017) pagi, melakukan sweeping di beberapa yang dicurigai menjadi tempat untuk mempersiapkan acara. Salah satunya Hotel Grasia. Di tempat itu dijaga puluhan Banser dan gabungan OKP dan Ormas. Mereka menunggui tempat itu untuk memastikan bahwa acara yang tak mengantongi izin dari polisi itu benar-benar batal digelar.

    Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Ikhwanudin mengatakan, gerakan HTI sangat meresahkan masyarakat. Mereka bermaksud mengganti ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI. "Kami sekarang tak sendirian tokoh masyarakat, OKP dan Ormas Jateng menolak aktivitas dan gerakan HTI yang mengancam NKRI," katanya.

    Dalam sweeping tadi malam (Ahad, 09/04/2017) dini hari, Laskar Merah Putih (LMP) yang hadir adalah Waketum 1 LMP Jateng, Iwan Cahyono. Sementara Patriot Garuda Nusantara (PGN) diwakili Panglima Nasional, Abah Alip Syarif. Serta beberapa anggota Garda Nusantara (Gantara) dan Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri ( FKPPI ). [dutaislam.com/sholah]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    2 komentar

    hti sudah melenceng dari visi pendirinya di palestina

    Indonesia dijaga para ulama. Maka apabila Indonesianya terlihat tdk cemerlang, atau dicitrakan tidak cemerlang, maka keraguan thd para ulama akan menjadi-jadi dari hari ke hari. Saat muncul keraguan itulah maka kekuatan asing (bisa HTI, Amerika, Cina, Rusia, dll)akan mulai menawarkan solusinya bagi masyarakat Indonesia. Maka bisa kita saksikan, masyarakat Indonesia ada yg berkiblat ke Amerika, ke Cina, ke Eropa, ke Arab, ke Jepang, ke Korea, dll. Masih banyak sih yang bangga ber NKRI, tapi jumlahnya ada kecenderungan makin menurun. Kata-kata yg masih muncul di kepala ketika disebut Indonesia adalah: banyak koruptor, penegakkan hukum yg lemah, ketergantungan pada asing,kurang menghargai talenta, dll. Hal-hal negatif itu harus berkurang dari hari kehari. Memang Indonesia tempat yg nyaman untuk ibadah, harus kita syukuri itu, tapi jika tidak dibarengi dgn keunggulan-keunggulan lain, maka yg cinta NKRI kedepannya hanyalah para agamawan, mis: para Kyai, Ustadz, santri, sementara para profesional, pekerja, masyarakat awam, mulai berfikir utk meninggalkan Indonesia atau menyerahkan pengelolaan Indonesia pada pihak-pihak lain. Para pihak yg cinta pada NKRI tdk boleh membiarkan citra buruk tentang Indonesia terus berlangsung, agar mayoritas masyarakat Indonesia tidak berpindah ke lain hati.