Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • Lakon Santri Menyelami Samudera Informasi di Era Siber

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Selasa, 11 April 2017
    A- A+

    JUDUL BUKU:
    Pendidikan Karakter Pesantren (Pelajar dan snatri dalam Era IT & Cyber
    Penulis:
    Abdulloh Hamid M.Pd
    Penerbit:
    Imtiyaz, Surabaya
    Cetakan: I, Januari 2017
    Tebal: 179 halaman
    ISBN: 978-602-7661-62-2
    Peresensi: Rosidi, penggiat Literasi NU Kudus
    Harga: Rp. 49.900,-
    Pesan:  SMS ke 081-326-666-328 (Hamid)

    DutaIslam.Com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meluncurkan Program National Born to Control di Ruang Roeslan Abdul Gani Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (30/01/2017). Program ini diluncurkan karena pemerintah melihat permasalahan utama dalam mengatasi ancaman di dunia siber, adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM), padahal ancaman serangan siber sangat tinggi.

    Langkah antisipastif terkait dunia siber adalah hal yang patut diapresiasi di satu sisi. Tetapi di sisi yang lain merupakan sinyal betapa di era teknologi informasi (IT) yang kian canggih dari waktu ke waktu untuk memahami dan menguasai IT ke depan jadi sebuah keniscayaan.

    Keniscayaan itu, juga tidak bisa dielakkan oleh para santri, baik yang belajar di madrasah maupun pondok pesantren. Dengan kata lain, santri kekinian tidak cukup bisa mengaji, fasih membaca serta memaknai kitab kuning, atau pandai dalam hal bahtsul matsa’il saja, melainkan harus melek IT dan dunia siber yang tak bisa dihindari.

    Menilik dari fakta di atas, buku "Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren: Pelajar dan Santri dalam Era IT & Cyber Culture" karya Abdulloh Hamid M.Pd., hadir pada waktu yang sangat tepat. Buku ini mengingatkan pentingnya menguasai IT dan dunia siber dalam era global village ini.

    Menariknya, karya dosen Program Studi (Prodi) Sistem Informasi pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya ini, banyak memberikan wawasan mengenai karakter dari berbagai perspektif di bagian-bagian awal, khususnya dalam perspektif keislaman.

    Antara lain, empat karakter Rasulullah Muhammad SAW., yakni shidiq (jujur), tabligh (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), serta fathanah (pandai/cerdas), yang kemudian dilanjutkan dengan memaparkan formula untuk mencapai karakter mulia menurut Imam Al-Ghazali. (hlm. 25-26)

    Abdulloh Hamid kemudian melanjutkan pemaparannya mengenai nilai karakter peserta didik (siswa/ murid) berdasarkan kajian kitab Ta’lim al-Muta’allim, seperti menghargai ilmu, menghormati guru (ustadz), dan memuliakan kitab/ buku. (hlm. 27)

    Basis pemahaman karakter itu merupakan hal mendasar yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan, karena bisa menjadi pengontrol dan ‘pemandu’ bagi para santri dalam memanfaatkan IT.

    Bagi para santri, keharusan memanfaatkan kemajuan IT, sebagaimana dikemukakan Hasan Chabibie ST. MT. dari Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam catatan penutupnya (epilog), karena dengan itu mereka bisa men-trigger keilmuan dengan cepat dan sebagai proses akselerasi pembelajaran di bilik pesantren. (hal. 167)

    Ketua PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin, dalam catatan pembuka (prolog) di buku ini berharap, pesantren-pesantren bisa mengantarkan putera-puteri bangsa menjadi komponen bangsa yang berkarakter-religius, serta melem IT.

    Harapan itu tentu tidak terlontar begitu saja. Pada kenyataannya, persaingan global yang semakin ketat kini, mensyaratkan peserta didik (siswa/ santri) tidak sekadar menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter saja, tetapi harus memiliki berbagai keunggulan kompetitif. (hlm. V)

    Dengan berbekal keunggulan kompetitif itulah, para kader bangsa akan survive dalam kehidupan di tengah kompleksitas permasalahan global yang mendera. Sementara nilai-nilai karakter yang dimiliki, akan menjadi pemandu dalam menjejakkan langkah mengarungi bahtera kehidupan di era IT dan cyber culture yang ada. [dutaislam.com/ab]

    Source: NU Online
    Baca: Kontroversi Tahlilan Menurut Islam

    buku bse mahoni, buku sekolah elektronik kurikulum 2013, download buku bse gratis, http buku sekolah digital com, http buku sekolah digital com mobile, bse mahoni kurikulum 2013, bse mahoni ktsp, download buku bse sd
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: