Sabtu, 15 April 2017

Kuasai 3 Masjid Indonesia di Melbourne, Garis Cingkrang Blokir Gus Nadirsyah


DutaIslam.Com - Masjid sepertinya memang dijadikan alat utama kelompok Islam garis keras untuk melakukan propaganda politik murahan mereka, terutama untuk memenangkan pertarungan Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar beberapa hari lagi.

Jika masjid sudah dikuasai oleh kelompok mereka, seolah-olah hanya golongan Islam "paling benar" ala mereka saja yang boleh memanfaatkan. Bahkan dijadikan tempat untuk menistakan agama Allah melalui spanduk provokasi pelarangan shalat jenazah dan ujaran kebencian "munafiq" kepada mereka yang tidak mendukung pasangan calon tertentu.

Pasangan calon yang tidak mereka setujui juga diusir dari masjid. Bak Tuhan saja mereka ini, seenaknya mengumbar nafsu kebencian kepada anak bangsa, bahkan sesama muslim.

Fenomena itu ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Gus Nadirsyah Hosen yang mukim di Australia juga mengalami hal serupa. Dalam sebuah chatingan berbasis WhatsApp, ia mengaku diblokir oleh tiga takmir masjid yang ada di Melboune, Australia.

"3 masjid Indonesia di Melbourne itu ta'mirnya kompak memblokir saya. Jadi, saya sudah hapal apa yang terjadi kalau Islam garis keras pegang kekuasaan. Ini juga terjadi di tempat-tempat lain seperti UK, Jepang, dll," ujarnya, sebagaimana dikutip Dutaislam.com dari screenshoot yang dikirimkan pembaca ke meja redaksi, Jumat (14/04/2017) sore.

Menurut Rais Syuriah PCI NU Australia tersebut, NU itu mayoritas hanya di tanah air. Di luar negeri, tambahnya, NU jadi bulan-bulanan kelompok Islam garis keras.

"Makanya jangan sampai mereka menguasai masjid, MUI dan ibukota sampai negara. Yang masih mau merangkul Islam garis keras itu belum tahu sih gimana jahattt nya mereka sama NU dan para ulama NU," imbuhnya. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini