Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • Ketua PWNU Jateng: Tangkal yang Ngaku-Ngaku Sunni, Aswaja Perlu Ditambah An-Nahdliyyah

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 23 April 2017
    A- A+
    Kasatkorwil Banser Jawa Tengah Hasyim Asyari memakaikan jaket banser pada Gubernur Jateng pada pembukaan Kemah Bakti II tahun 2017 pada rangkaian peringatan Hari Lahir ke 83 Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada Sabtu (22/4/2017) malam, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
    DutaIslam.Com - Maraknya organisasi yang mengaku dari golongan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) namun tak mengamalkan ajaran-ajaran Aswaja, maka diperlukan penambahan identitas utamanya untuk Aswaja yang dipegang Nahdlatul Ulama (NU). Yaitu Aswaja an-Nahdliyyah.

    Hal itu ditegaskan Ketua PWNU Jawa Tengah, Dr Abu Hapsin saat memberikan arahan ke kader Ansor banser dalam pembukaan Kemah Bakti II tahun 2017 pada rangkaian peringatan Hari Lahir ke 83 Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada Sabtu (22/4/2017) malam, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

    "An-Nahdliyah itu penting karena sekarang banyak Ormas yang mengku Sunni bahkan ISIS saja mengaku Aswaja. Maka jangan sampai keliru, maka ini perlu ditambah an-Nahdliyah sebagai penanda bahwa ini telah menyelamatkan Nahdliyin dan bangsa Indonsia dari perpecahan," tuturnya.

    Menurutnya, Indonesia memiliki keunikan dan nilai budaya yang luhur. Buktinya meski di Indonesia tidak memiliki banyak Ulama besar sebanyak di kawasan Timur Tengah, namun Indonesia masih tetap utuh dan kuat.

    Ia juga menegaskan, bahwa pola pemahaman yang selama ini jadi pegangan NU dan Ansor-Banser adalah sebuah pemahamam keagamaan yang sudah teruji, baik sejak sebelum kemerdekaan, awal kemerdekaan, masa orde lama, orde baru, maupun reformasi.

    Abu Hapsin juga menceritakan pengalamannya saat hadir di Muktamar NU di Cipasung tahun 1994. Saat itu hubungan Gus Dur dengan Presiden RI Soeharto sedang tidak harmonis karena Gus Dur dinilai selalu terlalu kritis pada pemerintah.

    Bahkan Soeharto saat diundang di Muktamar, akan bersedia hadir dengan syarat Gus Dur tidak duduk di barisan terdepan. Mengetahui hal itu, Gus Dur memilih duduk di belakang bersama warga nahdliyin lain yang bukan peserta Muktamar.

    "Itu saya melihat betul (peristiwa tersebut, red)," ujarnya.

    Hal itu membuktikan bahwa hubungan antara Gus Dur dan Soeharto memang tidak baik. Namun, Soeharto di Muktamar menyampaikan kesaksiannya yang tulus bahwa NU memilki sumbangasih yang luar biasa pada Indonesia.

    Yaitu terletak pada pemahaman keagamaannya yang sudah mampu mengantarkan Indonesia dalam posisi stabil dalam politik. Situasi itu menurut Soeharto perlu disyukuri dan dipertahankan.

    "Ini ucapan yang sangat tulus dari orang yang tidak suka, kalau ucapan yang suka (memuji, red) ya wajar. Yang tak lain adalah pemahaman ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah,” ungkap Abu Hapsin.

    Ia juga berharap, adanya Kemah Bakti ini, para peserta dapat merenungkan persoalan-persoalan bangsa dan ke Indonesiaan. “Itu harapan kami,” tuturnya.

    Ketua PW Ansor Jateng, Ikhwanudin mengatakan, Kemah Bakti II ini arahnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama melalui penggalian potensi kader dari berbagai bidang. Utamanya diarahkan untuk memupuk rasa kesetiaan dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Harapannya, Ansor Banser tetap jadi garda terdepan dalam berpartisipasi di kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

    Terdapat sejumlah kegiatan di Kemah Bakti yang diikuti 690 peserta dari 32 Cabang se Jateng ini, di antaranya sarasehan kebangsaan bersama Anggota DPD RI Achmad Muqowam, lomba prestasi yang terdapat 11 kejuaraan salah satunya perlobaan bidang IT atau pembuatan iklan layanan masyarakat.

    "Itu juga untuk menanggulangi berita-berita hoax, membuat meme yang mengandung pesan rahmatan lil ‘alamin," katanya.

    Selain itu, juga ada bakti sosial, pameran produk-produk UMKM dari kader Ansor, mujahadah dan Ansor Bersholawat, dan pada Senin (24/4/2017) akan digelar apel kesetiaan NKRI sekaligus penutup.

    Yang menarik dalam kegiatan Kemah Bakti kali ini, imbuh Ikhwan, adalah kegiatan ini didukung penuh oleh warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

    "Maka kami apresiasi besar pada Kepala Desa, Ketua Ranting NU dan Ansor yang telah memberi dukungan luar biasa terutama konsumsi," ujarnya. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: