Jumat, 14 April 2017

Kesetanan, Orang Ini Sebut Gus Muwafiq "Kiai Anjink" dan "Gus Munafiq"

Komentar yang menghina Gus Muwafiq
DutaIslam.Com - Tidak terima atas postingan redaksi Dutaislam.com berjudul "Orang yang Mengharamkan Pancasila dan Rokok Itu Dosanya Tidak Habis-Habis", seorang pemilik akun Facebook (kemungkina hasil hack) bernama "Munah Pohs" langsung memaki-maki Gus Muwafiq (seumber laporan) tanpa ampun di kotak komentar.

Logika Gus Muwafiq yang menyebut kalau orang yang anti Pancasila sama saja melakukan dosa terus menerus karena dia hidup di negara yang disebutkan thoghut. tidak ia bantah justru langsung memaki-maki.

Logika Gus Muwafiq yang mengguanakan nalar konsisten soal hukum rokok, dimana kalau mengharamkan rokok tapi doyan APBN yang jumlahnya sangat domina untuk pembiayaan negara, tidak dia bantah secara logis, tapi langsung maki-maki tak terarah. Persis seperti sifat dan perilaku sumbu pendek di media sosial. Baca: Catat, Ini Karakter dan Kelakuan Kaum Sumbu Pendek Radikal Haters NU di Medsos.

Di beranda site Dutaislam.com, ia menyebut Gus Muwafiq sebagai "kiai anjink", "kiai babi", "kiai penipu", "kiai gus Munafiq" dan sebutan kurangajar lainnya. Bahkan orang sneweng itu sempat mendoakan Gus Muwafiq "mati kafir". Naudzubillah.

Dalam postingan yang membuat dia kepansan itu, Dutaislam.com sama sekali tidak menyinggung soal MUI. E e, dianya mengaitkan postingan dengan menulis begini,

"Maka bukan kapasitas kyai anjink kayak panjenengan, untuk ngata2i MUI sebagai pendosa krn MUI lewati jalanan yg dibangun dari rokok. Gimana kalo kutawarkan pada panjenengan ulama asu' untuk masuk Kristen saja? Masuk Kristen saja lah kau kyai babi, krn ngata2i ulama MUI , dengan campurkan sejarah yg benar, dengan pikiranmu yg m3sum". 

Ternyata, setelah ditelisik, akun itu memang suka membuat status ngawur, suka memaki dan menghina. Gus Dur saja disebut akun kurangajar itu sebagai "Iblis berwujud manusia". Tapi begitu ditanya oleh Dutaislam.com, "Loe alamatnya mana? Biar kami kasi ke Banser terdekat", tidak direspon. Dia malah makin meracau tak karuan.

Apakah sikap di atas yang disebut sebagai mujahid khilafah, syariah dan suka kedamaian? Mari berpikir waras sejenak saja. Sebentaar saja, biar hati tenang, luamayan rasional. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini