Selasa, 18 April 2017

Jelang Pilkada DKI, Kiai Said: Ahok dan Anis Orang Indonesia Bukan Cina dan Arab


DutaIslam.Com - Jelang Pilkada DKI Jakarta 19 April 2017, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj yakin bahwa masyarakat Jakarta bukan warga yang pasif dan apatis. Menurutnya, masyarakat Jakarta adalah warga yang aktif dan optimis.

"Mendekati Hari H pemilihan, eskalasi politik cenderung meningkat. Ini semestinya merupakan gejala positif yang menandai bahwa masyarakat percaya pada proses-proses politik yang digariskan oleh hukum di negeri ini," ujar Kiai Said di Jakarta, (Selasa, 18/04/2017). 

Ia mengatakan, semua yang mempunyai hak pilih, bertanggungjawab atas pilihan mereka sendiri. Tidak hanya sebelum dan ketika di bilik suara, tapi juga hari-hari panjang sesudahnya. "Buktikan, Anda warga Jakarta yang dewasa," ujar Kiai Said. 

Kiai Said juga menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada 19 April 2017 merupakan momentum berharga. Pilkada adalah momentum untuk menguji diri seberapa dewasa kita menempuh kesanggupan hidup bersama berdasar asas kewarganegaraan yang patuh pada konstitusi.

Pilkada DKI 2017, kata Kiai Said, adalah bagian dari proses politik, bukan perang. Sambil menyitir pendapat Imam Ghazali ia mengatakan kalau politik adalah bagain dari proses yang condong pada perbaikan hidup bersama. "Sebaliknya, jika kecenderungan jatuh pada perusakan, proses itu bukan lagi politik, melainkan perang," tuturnya. 

Hanya nafsu yang selalu menghendaki kehancuran, salah satunya dengan adu-domba saudara sebangsa. "Ahok, Cina. Anies, Arab. Tidak, mereka adalah orang Indonesia," imbuhnya. "Kekuasaan politik bersifat nisbi. Apalagi dalam demokrasi. Maka, begitu seseorang memaksakan kehendaknya, memutlakkan nafsu politiknya, jangan-jangan ia sedang menuhankan diri," lanjut Kiai Said. [dutaislam.com/ab]

Sumber berita di atas, Lihat SINI
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini