Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • Innalillah, Mbah Fanani, Petapa Dieng Ini Tiba-Tiba Dipaksa Orang, Dibawa Pakai Mobil

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Kamis, 13 April 2017
    A- A+
    Tempat pertapaan Mbah Fanani Dieng Wonosobo
    DutaIslam.Com - Mbah Fanani, waliyullah penjaga Dieng, Wonosobo yang sudah puluhan tahun bertapa, dikabarkan telah dibawa paksa oleh seorang laki-laki yang mengaku dari Indramayu.

    Kata Pak Ono, pemilik rumah yang dibuat Mbah Fanani bertapa selama 20 tahun itu, menyebut kalau laki-laki Indramayu itu bernama Tohar. Ia membawa paksa Mbah Fanani dengan cara memasukkan beliau ke mobil. Entah jenis mobil apa, Dutaislam.com belum mendapatkan informasi.

    Nomor telepon laki-laki itu, sebagaimana didapatkan Dutaislam.com dari komunitas Sarkub Nusantara adalah 082148790940. Orang itu, kabarnya, membawa Mbah Fanani pada Rabu (12/04/2017) malam hari sekitar pukul 23.00 WIB dan mengaku sebagai cucunya atas perintah seorang sepuh bernama Abah Rajab.

    Namun, klarifikasi Pak Ono kepada keluarga Mbah Fanani di Cirebon, tidak ada cucu Mbah Fanani yang bernama Tohar.

    Tim Dutaislam.com sempat menghubungi nomor tersebut pada Kamis (13/04/2017) malam habis Isya. Tapi tidak diangkat dan tidak ada balasan. Padahal sudah ditelp empat kali dan disms, "Anda dapat isyarah apa kok berani nyopot pathok Mbah Fanani di tengah laut (tirakat bertapa)?", tapi tidak mendapat respon sama sekali.

    Kabar yang diterima Dutaislam.com menyebutkan, Mbah Fanani adalah wali abdal yang mendapatkan mandat menjaga gunung Dieng agar tetap mensejahterakan masyarakat sekitar. Dia akan turun dari gunung, menyudahi pertapaan jika tanah Jawa, antara Wonosobo dan Jawa Timur terbelah laut.

    Ia menjaga gunung Dieng sejak 30 tahun terakhir. Berpindah hingga beberapa kali. Dari posisi paling bawah hingga naik ke atas. Posisi terakhir di depan rumah warga bernama Pak Ono. Ketika Dutaislam.com sempat sowan ke beliau, Pak Ono menyebut kalau Mbah Fanani sudah bertapa di depan rumahnya, pinggir jalan raya, sejak anak perempuannya lahir. Kini sudah tamat SMA.
    Saat Mbah Fanani Dipaksa Pindah
    Tahun 2015 lalu, Pak Ono menceritakan, Mbah Fanani pernah mau dibawa paksa oleh laki-laki, kiai dari Kebumen. Katanya mau dipindahkan tempat tapanya. Namun karena beliau tidak mau, akhirnya urung dilakukan.

    Entah siapa pria yang mengaku dari Indramayu itu hingga berani mengambil langkah yang tidak pernah dilakukan oleh para ulama dan wali yang juga pernah sowan ke beliau di tempat pertapaan.

    Apakah dia memang mendapatkan printah dari Mbah Fanani atau tidak Wallahu A'lam. Kenapa dia berani "mondong" beliau, dan Mbah Fanani sendiri, kata sumber berita, sempat menolak dengan "heeng hengg hengg".

    Kabar terakhir, Mbah Fanani sudah sampai di daerah Demampir, atau Sudi Mampir, Indramayu. Dan tempat bekas bertapanya juga sudah dibersihkan masyarakat sekitar. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    لا يعرف الولي ال الولي