Rabu, 12 April 2017

Ini Amalan Abuya Dimyati Banten Waktu Dipenjara


Oleh KH Thabary Syadzily

DutaIslam.Com - Abuya Dimyathi (Mbah Dim) Banten adalah seorang sosok ulama sejati yang wara' dan zuhud. Keilmuannya benar-benar melaut alias "bahrul 'ulum", sehingga semua bidang-bidang keilmuan Islam dikuasainya dengan baik, seperti ilmu fiqih, hadits, tafsir Al-Qur'an, mantiq (logika), balaghah (sastra Arab), tauhid, tasawuf, ilmu falaq, dan sebagainya.

Pernah beliau mengajarkan kitab "Tafsir Ibnu Jarir At-Thabari (15 jilid)" sampai khatam (tamat) hanya dalam jangka waktu 3 tahun. Padahal ulama Jawa ketika itu, jika mampu mengkhatamkannya diperkirakan membutuhkan waktu 15 tahun, mengingat bahasa di dalam kitab tafsir itu sangat sulit dan rumit sekali.

Pernah pada pangajian di malam Selasa dan alhamdulillah ketika itu saya ikut mengaji, di dalam kitab tafsir Ibnu Jarir tulisannya banyak yang tidak tercetak, kemudian langsung beliau melanjutkan tulisan yang tidak tercetak itu dengan mudah dan baik tanpa mengalami kesulitan sedikitpun juga. Itulah di antara karamah beliau.

Setelah tamat pengajian kitab "Tafsir Ibnu Jarir", kemudian diganti dengan kitab "Tafsir Ibnu Abi Hatim (15 jilid)". Sayang sekali baru beberapa jilid mengaji, beliau sudah dipanggil Yang Maha Kuasa.

Pada suatu hari, dalam suatu pengajian beliau bercerita sebagai ungkapan "tahaddus bin ni'mah (menceritakan nikmat Allah SWT)" tentang amalan-amalan yang beliau istiqamahkan. Kata beliau: "Saya mengerjakan shalat tahajjud, as-sahar (tidak tidur di malam hari dengan menghidupkan sepanjang malam dengan mengajarkan kitab-kitab kepada santri, shalat, dan ibadah-ibadah lainnya), dan "shaum ad-dahri" atau puasa sepanjang tahun (kecuali 5 hari yang diharamkan puasa) dimulai sejak umur sebelum baligh (sekitar 10 tahun) sampai sekarang".

Subhanallah. Bagaimana dengan kita?

Beliau sangat menghormat dan menghargai pemerintah dan tidak pernah mencela dan merendahkan pemerintah apalagi di pemerintahan yang ada ulamanya. Padahal, beliau pernah dizholimi oleh pemerintah bahkan dipenjara karena difitnah, tapi beliau tidak membalasnya dan beliau pasrahkan masalahnya kepada Allah SWT.

Waktu di penjara, beliau sangat rajin beribadah, terutama shalat di malam hari. Bahkan beliau berkata: Ibadah yang paling nikmat adalah ibadah di penjara. Saya sangat kesal dan kecewa sekali ketika sedang nikmati-nikmatnya mengerjakan shalat sunnah, tiba-tiba ada bunyi ayam kokok "kongkorongooook" (menandakan tibanya menjelang awal waktu shubuh).

Kita kehilangan beliau, ulama sejati yang wara', zuhud dan bahrul 'ulum. Do'a beliau sangat tajam sekali, karena beliau "Sang Waliyullah" yang banyak karamahnya. Alhamdulillah saya sering menyaksikan langsung karamah beliau. Semoga Allah SWT menerima semua amal shalih beliau dan Dia menempatkannya di surga! Al-Fatihah. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini