Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Daftar Pesantren Wahabi yang Perlu Dijauhi Sedini Mungkin!

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Kamis, 20 April 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Awas dan hati-hati, jangan sampai salah pilih mendaftarkan anak-anak Anda ke pesantren/pendidikan berpaham wahabi/salafi/takfiri atau cingkrang.

    Banyak alumni pesantren yang setelah pulang hanya fasih berbahasa "akhie.. ukhti.. ana.. antum," tapi anehnya mereka mudah berkata syirik dan bahkan mengkafirkan saudara kita. Orang tuanya sendiri pun disyirikkan. Naudzubillahi mindzalik!

    Mereka kerap kali bergaya paling kritis dan berpenampilan paling aduhai Islaminya. Saking kritisnya, mereka berani melawan arus dan kebiasaan adat masyarakat. Dan tidak jarang menuduh aduhai umat Islam yang berpaham Sunni sekaligus Sufi.

    Tawassul, Ziarah Kubur, Tahlilan, memperingati Maulid, Istighosah berjamaah yang merupakan kebiasaan rutin dilakukan oleh masyarakat Indonesia khususnya owarga Nahdliyin mereka sering tuduh syirik, bahkan tidak sungkan pula mengafirkannnya.

    Apa anak Anda yang sejatinya ingin dipesantrenkan dan ingin menjadi sholeh mendapatkan ajaran yang penuh caci maki dan paling aduhai bener sendiri? Jika tidak, maka, silakan share daftar pesantren wahabi di Indonesia ini, yang dirangkum Dutaislam.com dari kiriman salah satu anggota Pengurus Pusat Rabhitatul Ma'ahid Islamiyah (PP RMI) Nahdlatul Ulama (NU).

    Di bawah ini adalah daftar pondok pesantren, ma'had, yayasan pendidikan yang dikelola orang-orang berpaham bukan Sunni-Sufi (Aswaja) alias orang-orang salafi, wahabi atau komunitas takfiri. Untuk menarik minat peserta didik, mereka biasanya mengiming-imingi beasiswa khusus, gratis biaya pembelajaran selama beberapa tahun, atau tawaran lainnya.

    Peserta yang kena jaring razia mereka, akan didoktrin sesuai pemahaman mereka yang suka mengafirkan. Berikut hasil penelitian santri Nahdliyin terhadap mereka.

    Pesantren wahabi yang beredar di Indonesia:

    1. Ma’had Imam Bukhori - Solo
    2. Ma’had Al-Ukhuwah - Sukoharjo
    3. Ma’had Ibnu Abbas - Sragen
    4. Ponpes Islam Al-Irsyad - Semarang
    5. Ma’had Al-Furqon - Gresik
    6. Ma’had Ali bin Abi Thalib - Surabaya
    7. Sekolah Dirosah Islamiyah - Sumbersari
    8. Ma’had Al-Qudwah - Kediri
    9. Ma’had Abu Huroiroh - Mataram
    10. Ma’had Al-Furqon - Pekanbaru
    11. Ponpes Salman Al-Farisi - Kediri
    12. Ma’had Imam Syafi’i - Banyuwangi
    13. Ma’had Minhajul Sunnah - Bogor
    14. Yatim Ibnu Taimiyah - Bogor
    15. Ma’had Hidayatunnajah - Bekasi
    16. Ma’had Ibnu Hajar - Jakarta Timur
    17. Ma’had Ibnu Qayyim Al Jauziyah - Balikpapan
    18. Ma’had Ummahatul Mu’minin - Jakarta Pusat
    19. Ma’had Riyadusholihin - Pandeglang
    20. Ma’had Al-Ma’tuq - Sukabumi
    21. Ma’had Rahmatika Al-Atsary - Subang
    22. Ma’had Assunah - Cirebon
    23. Ponpes Annajiyah - Bandung
    24. Ma’had Assunnah - Tasikmalaya
    25. Ma’had Ali Imam Syafi’i - Cilacap
    26. Islamic Center Ibnu bin Baz - Bantul
    27. Ma’had Jamilurrohman - Bantul
    28. Ma’had Madinatul Qur’an - bogor
    29. Pondok Al Umm - Malang
    30. Pondok Pesantren Imam Syafi’i - Aceh
    31. Pondok Pesantren Ibnu Katsir - Jember
    32. Sekolah Tinggi Dirasah Islamiyah Imam Syafi’i - Jember
    33. Arrahmah - Semanding, Malang
    34. Yayaysan Madinatul Iman - Kudus
    35. Yayasan Al Huda - Bogor
    36. Yayadan Al Muwahhidin - Surabaya

    Jika Anda tidak percaya, silakan cek langsung, apa kurikulum yang diajarkan? Aqidahnya ikut imam siapa? Fiqih nya bermadhab apa? Apakah mereka setuju dengan konsep tasawwuf nya Imam Ghazali atau Imam Junaidi? Apakah pesantren mereka mempraktekkan ziarah ke makam auliya, terutama tiap Jumat sebagaimana pesantren Aswaja lainnya?

    Apakah mereka juga mempercayai karomah wali Allah yang telah wafat? Ataukah pesantren mereka suka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw tiap tahun? Masihkah ustadz mereka bertawasul sebelum berdoa?

    Jika tidak, dapat dipastikan mereka adalah kelompok wahabi/salafi takfiri "yang suka mensyirikkan bahkan mengkafirkan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah (Nahdlatul Ulama). Jangan tergiur dengan metode atau sistem pendidikan dan tawaran beasiswanya sebelum Anda cek manhaj ta'lim nya sesuai Aswaja atau tidak.

    Masih banyak pondok pesantren yang jauh lebih berkualitas daripada yang tersebut di atas, dan sesuai dengan ajaran Sunni-sufi Ahlusunnah Wal Jamaah (Nadlatul Ulama), paham yang selama ini makin paling dibenci oleh kalangan mereka.

    Carilah daftar pesantren/ma 'had/yayasan pendidikan selain mereka dengan banyak program unggulan. baik dalam bentuk Program Pesantren Modern Terpadu ataupun Ma'had dengan Program Hafiz "Menghafal Al-quran". Ada juga ponpes Aswaja yang memiliki Program Qiroah sab'ah dan bersanad hingga Rasulullah.

    Banyak pula pesantren yang mengajarkan takhasus salafiyah "Murni Mengkaji Kitab Kuning" hingga ke jenjang Ma'had Aly Setara S1 yang sudah diakui oleh menteri agama. Konsultasi ke tim AyoMondok RMI PBNU sangat diperlukan jika Anda kebingungan mencarikan pesantren ke anak-anak Anda.

    Terakhir, jika Anda ingin memasukkan daftar pesantren wahabi lainnya ke dalam list Dutaislam.com di atas, silakan komentar di kotak yang ada di bawah ini! Mohon maaf jika ada yang salah list. Silakan juga dikoreksi! [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    13 komentar

    Yang tidak tahlilan .itu wahabi berarti para sahabat rosul juga wahabi

    Kalau pesantren Muhammadiyah itu wahaby juga apa bukan ya?

    Cirinya orang2 Islam seperti itu gimana ya?, Apa betul berjenggot, celana cingkrang, jidat hitam ?

    Bukan lah kita katakan yang tidak melakukan tahlilan itu wahabi,tapi yang menolak amalan tahlilan itulah wahabi.sebab para sahabat nabi tidak akan menolak amalan2 yang baik.dan tahlilan antara amalan yg baik.

    Hanya orang bodoh yg tidak pernah mengerti isi Alqur'an dan hadits. Cuma bisanya baca ga ngerti isinya.

    Mengerti dan waspada dengan sekte mereka (wahabi).

    tau dari mana???skarang kalau bersin trus kita bersalawat apa salah???apa kira' sahabat nabi tidak akan menolakx????

    anda sehat>>??atau anda mau pamer kl anda ngerti???luar biasa....RIYA tau g???

    untuk kalangan sendiri alias internal, biar tidak nyasar ke tetangga sebelah yang sumbu pendek, bagus terima kasih infonya....

    Bersholawat bukanlah bagian dari apa yg diajarkan nabi jika setelah bersin, cukuplah dengan hamdalah, memang bersholawat atas nabi itu dianjurkan, tapi anda tidak boleh menjadikannya kebiasaan fix setelah bersin, hal seperri ini sama saja menambah2kan perkara agama dari apa yg telah diajarkan nabi, jika anda menambah2i sama saja anda beranggapan bahwa ajaran Nabi itu kurang lengkap, perlu diketahui bahwa ajaran Nabi muhammad itu sudah lengkap, termasuk apa yg dibawakannya dari Alquran dan alhadits. Maaf sebelumnya, jika anda ingin berkomentar, ketahui dulu ilmunya, jangan asal plos

    Semoga tetep istiqomah...

    bukan wahabi tapi islam.... berarti dia nolak islam...