Senin, 13 Maret 2017

Ternyata Mahfud MD Tidak Tahu Sepak Terjang (Provokasi) Khalid Basalamah


DutaIslam.Com - Beberapa hari lalu, sindiran Prof Mahfud MD yang menyindir Banser yang dikiranya membubarkan pengajian ramai diframing media Republika. Dalam sehari, berita di harian itu soal pendapat Mahfud MD setidaknya tayang hingga 3 kali dengan judul yang berbeda dan mirip-mirip.

Itu berawal dari cuitan Mahfud MD yang isinya menyindir Ansor Sidoarjo karena diberitakan mengusir pengajian Khalid Basalamah. Dalam akun tweetnya, Mahfud menulis begini, "Sy kira perlu dijerninhkan oleh NU atau GP Ansor. Jgn2 disusupi pemecahbelah. Mengapa membubarkan pengajian ttg akhlaq berkeluarga?"

Baca:
Kapolres Sidoarjo: Tak Ada Pembubaran Pengajian
Dosa-Dosa Khalid Basalamah

Ternyata, Mahfud sendiri tidak tahu siapa yang ditolak tersebut. Kepada Firmansyah Ali, Prof Mahfud menyatakan kalau dia baru mendengar nama Khalid Basalamah gara-gara diturunkan dari panggung itu. Ini status lengkapnya:

"Ternyata benar Prof Mahfud MD tidak tau siapa Khalid Basalamah, tadi malam dalam perjalanan bersama saya, saya tanya tentang siulan beliau di twitter, beliau bilang "saya baru dengar nama Basalamah ya gara2 dia diturunkan dari panggung itu, saya pikir siapa orang ini kok kayak orang penting?!". Jadi Prof Mahfud memang tidak pernah tau aksi petualangan ceramah2 basalamah yang selama ini selalu menuai kontroversi," tulis Firmansyah Ali, di akun Facebooknya, klik sumber:  SINI.

Wajar karena ia tidak tabayun langsung ke Ansor Sidorajo, Mahfud mendapatkan kecaman. Baca: Ngawur Beri Komentar yang Sudutkan Banser, mahfud MD Dikecam Ansor Sidoarjo. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai korban hoax media abal-abal anti NU. Sekelas profesor saja bisa tebarkan hoax, kan juga ironis. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

2 komentar

Yang penting itu dalil atau faktanya, kemudian bagaimana dalil/fakta tersebut dijelaskan secara ilmiah, sehingga menjadi hujah yang tidak terbantahkan, sehingga tidak mesti yang banyak itu yang benar, hujah alasan yang kuat itu yang penting.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini