Kamis, 09 Maret 2017

Susahnya Jadi Banser Menghadapi Arogansi Sebelah Yang Menggunakan Cara-Cara PKI


Oleh Zastrouw Al-Ngatawi

DutaIslam.Com - Betapa susahnya jadi Anshor dan Banser. Ketika mencoba bersikap bijak saat kiai dan ulama mereka dihujat, yang menghujat justru tidak tahu diri. Mereka malah merasa benar sendiri sehingga terus mencaci maki.

Ketika Banser dan Anshor melakukan tindakan hukum dengan melaporkan penceramah yang melakukan pelecehan dan caci maki para kiai, dituduh kriminalisasi ulama. Padahal mereka-mereka itu sangat takdzim pada ulama.

Ketika Anshor dan Banser menjaga gereja sebagai wujud komitnen menjaga NKRI yang dirobek sekelompok orang dan upaya menujukkan ajaran Islam dalam menjaga perdamaian, malah dituduh jadi anthek kafir, munafik dan orang bayaran dan lainnya. 

Ketika Ansor dan Banser sedikit bersikap tegas dengan memberikan teguran keras dan menurunkan penceramah yang jadi provokator dan melakukan pelecehan terhadap ulama yang jadi panutan mereka, mereka dituduh melakukan premanisme.

Terus mereka harus bgm nenghadapi orang-orang bebal yang tidak tahu diri dan merasa benar sendiri itu?

Tapi walau bagaimanapun, saya berharap Anshor dan Banser tidak menyikapi mereka yang menggunakan cara-cara PKI dalam memasarkan keyakinan mereka, sama seperti sikap terhadap PKI tempo dulu. Cukup kasus PKI jadi pelajaran bagi kita semua dan seluruh warga bangsa Indonesia. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini