Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • NU Kota Semarang Tahlilan 7 Hari Berturut Turut Untuk KH Hasyim Muzadi

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 19 Maret 2017
    A- A+
    Persiapan tahlil KH Hasyim Muzadi di kantor PCNU Kota Semarang
    DutaIslam.Com - Warga Nahdlatul Ulama Kota Semarang merasakan duka cita yang mendalam atas wafatnya ulama dunia, KH Achmad Hasyim Muzadi (16/03/2017). Banyak ilmu yang beliau sampaikan terkait keagamaan, kebangsaan dan kedamaian dunia.

    "Mewakili warga NU Semarang, kami berdo'a semoga beliau bahagia di surga bersama para ulama dan syuhada," kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, KH Anasom MHum di Kantor Puspogiwang, Semarang (17/03/2017).

    Selesai shalat Jum'at tadi, lanjutnya, sudah dihimbau seluruh masjid untuk menggelar shalat ghaib. Bahkan semalam shalat ghaib juga dilaksanakan di rumah dinas Walikota. Dan selama tujuh hari, warga NU akan menggelar tahlil untuk almarhum Kiai Hasyim Muzadi.

    "Wafatnya beliau sangat membuat kita semua kaget. Sebab Kiai Hasyim rasa-rasanya baru kemarin berada di tengah-tengah warga Semarang saat hadir di Balaikota bulan Desember 2016," tutur Anasom. Saat itu, Kiai Hasyim memberikan wejangan pentingnya menjaga kerukunan, saling gotong royong dan menguatkan ekonomi umat Islam.

    Walau sudah sepuh dan baru selesai menjalani perawatan kesehatan, Kiai Hasyim hadir di Balaikota Semarang. Saat transit di Hotel Novotel beliau juga banyak menerima tamu-tamu. "Hidup beliau sangat didedikasikan untuk umat dan bangsa," tandas Anasom yang juga Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo.

    Melihat semangat dakwah dan perjuangan Kiai Hasyim ini, patut kiranya bangsa Indonesia menjadikannya sebagai guru bangsa. Walau kini sudah tidak bersama kita, tapi ruh dan semangat juang Kiai Hasyim masih sangat kita rasakan.

    Perannya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden menjadikan bukti bahwa jiwa kebangsaan beliau sangat tinggi. Dedikasi di dunia keilmuan beliau tunjukkan dengan mendirikan kampus di lingkungan Ponpes Al Hikam. "Bagi warga NU, Kyai Hasyim menjadi tokoh panutan yang tegas dalam bersikap dan sangat humoris" ungkap Anasom.

    Dari pelajaran yang diberikan Kyai Hasyim, khusus untuk pengurus NU harus paham bahwa NU itu jam'iyyah tapi sisi jama'ahnya juga kuat. "Maka mengelola NU harus mampu memadukan keduanya," ujar Anasom. [dutaislam.com/zulfa]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: