Senin, 06 Maret 2017

NU Jawa Timur Itu Berbeda dan Tegas Dalam Ter-NU


Oleh Mahmud Syaltout

DutaIslam.Com - Berikut ini teaser sedikit presentasiku di Universitas Nijmegen hari ini, dan Universitas Amsterdam dan Leiden esok hari.

Jika berdasarkan perhitungan semua indikator yang ada terkait kenahdliyinan seseorang -baik secara struktural maupun kultural,- termasuk di antaranya ya persepsinya terhadap tahlilan, maulid nabi, ziarah ke makam wali/keramat, qunutan kalau shubuh, dll, lalu bisa dilihat dilihat dari hubungannya terhadap keluwesan (alias tak gampang emosian) atau penerimaan atas pluralitas sosial-budaya.

Jika sudah begitu. maka bisa diketahui, bahwa NU Jawa Timur, terus terang paling tidak bisa menerima sesuatu yang berbeda atau anti NU, atau lugasnya, NU Jatim tidak segan untuk bertindak tegas dan melakukan represi, mulai verbal, pencopotan spanduk, hingga menyuruh turun seseorang yang menyuarakan yang berbeda dengan nilai-nilai ke-NU-an.

Kejadian di Sidoarjo kemarin, maupun pencopotan spanduk-spanduk HTI secara massif beberapa bulan lalu hanyalah puncak gunung es yang tampak dari fenomena ini.

Sahabat-sahabat NU, wabil khusus Ansor dan Banser di Jawa Timur, wabil khusus Sidoarjo -salah satu dari ter-NU dari wilayah ter-NU, perlu belajar kepada sahabat-sahabat kita di Yogyakarta.

Buat mereka yang di luar NU dan memiliki pemikiran berbeda, membid'ah-bid'ahkan, menyesat-nyesatkan amalan NU, kalau mau "uji nyali", ya silakan datang ke Jawa Timur, tapi tentu dengan catatan, mirip naik Terror of Tower di Disneyland, terms and conditions berlaku: Jangan nangis, kemringet dan apalagi justru terus jengkel dan marah sampai ubun-ubun, saat mendapatkan kejutan-kejutan.

Kalau tidak siap dan tidak terima terms and conditions tersebut mending naik ke wahana Istana Boneka saja, atau paling tidak foto-foto bareng karakter Disney. Paham? Kalau gak paham, mari kita ngopi-ngopi di Nijmegen, Amsterdam dan Leiden, hari ini atau esok hari, atau di Paris, Prague, Vienna, Ljubljana setelahnya.


Lah kok? Soalnya, wis kadung janji dengan Bib Hasanuddin Ali, Wasekjen PP GP Ansor, untuk tidak membuka semua data, kecuali untuk kepentingan presentasi ilmiahku selama di Eropa. Aku nulis ini pun sebenarnya, rodok ndredheg, khawatir guru dan cacakku yang guanteng dan alim mengutuk murid dan adiknya yang mbeling ini.

'Alaa kulli hal, mari kita kembali fokus ke urusan-urusan besar negeri ini, Freeport dan korporasi-korporasi besar yang menghadirkan duka kemanusiaan dan ekologis di negeri kita, nyengir-nyengir tersenyum simpul manis di pojokan. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini